Peristiwa

Misteri Kematian ASN di Ende, Polisi Lakukan Outopsi Jasad Anselmus Wora

ENDE, SUARAFLORES.NET–Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Denpasar, Rabu, (27/11/2019) melakukan Outopsi terhadap Jasad ASN Anselmus Wora (45). Ansel diduga dibunuh di Dusun Ekoreko, Desa Rorurangga, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende Flores, NTT, Kamis (31/10/2019).

Pelaksanaan outopsi dilakukan tepat pukul 04.15 Wita setelah menunggu tim Forensik dari Denpasar menggunakan pesawat terahkir. Sebelum pelaksanaan Outopsi keluarga korban Anselmus Wora melakukan seremonial adat di makam Aembambu, Kecamatan Ende Tengah.

Pantauan Suara Flores.Net di lokasi, proses outopsi berlangsung selama kurang lebih 2 jam yang dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Kapolres Ende, AKBP. Achmad Musayin, SIk mengatakan, outopsi ini dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab kematian korban secara medis.

“Ini merupakan upaya-upaya yang dilakukan Polisi dalam investigasi sehingga dapat memberikan petunjuk yang jelas mengenai sebab-sebab kematian korban. Terkait dengan hasil Outopsi akan diumumkan kepada keluarga dan publik Ende,” ungkap Musayin.

Kapolres Musayin mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil Outopsi ini diumumkan. Namun Kapolres meminta keluarga dan masyarakat bersabar dan menunggu upaya – upaya Polisi untuk mengungkap sebab kematian korban.

Terkait dengan peristiwa kematian Anselmus Wora di Ekoreko Pulau Ende, dimana keluarga menilai korban meninggal tidak wajar, Kapolres Musayin mengatakan bahwa pihaknya telah menjalankan proses dari tahap ke tahap mulai dari olah tempat kejadian perkara ( TKP ), pra rekonstruksi, investigasi hingga menggelar Outopsi.

“Tentunya dari hasil outopsi ini dapat memberi kejelasan terhadap perkara yang sedang ditangani saat ini,” ungkap Kapolres Musayin.

Pelaksanaan outopsi ini dilakukan oleh Tim Labfor Polri dan proses Outopsi dilaksanakan secara tertutup di samping makam korban di Aembambu, Kecamatan Ende Tengah yang dipasang dengan garis polisi.

Keluarga maupun warga hanya menyaksikan dari kejauhan. Demikian juga dengan Awak Media tidak diperkenan untuk mengambil gambar maupun video selama proses Outopsi.

Perwakilan keluarga korban yang ikut menyaksikan Outoupsi bersama Tim Forensik adalah kakak kandung korban, Hendrikus Seni dan dr. Yuri Naga sebagai dokter keluarga. (dami).

To Top