Hukum

Monitor dan Evaluasi KPK di Ende Melibatkan Bank Penyimpanan Uang Daerah

Suara Flores
Ilustrasi KPK

ENDE, SUARAFLORES.NET-Kehadiran pihak KPK di Kabupaten Ende dalam agenda monitor dan evaluasi melahirkan pertanyaan dari berbagi pihak. Pasalnya, kehadiran KPK tersebut ketika ramai pemberitaan terkait kasus korupsi di NTT pasca OTT Bupati Ngada, Marianus Sae.

Namun demikian Kasatgas Supervisi Pencegahan Korupsi Wilayah VI Bali, NTB dan NTT, Nanang Mulyana  mengatakan bahwa kehadiran mereka dalam upaya pencegahan korupsi sebagai komitmen bersama yang dibangun antara KPK, Pimpinan KPK dengan gubernur dan bupati seluruh NTT yang bertempat di Kabupaten Ende.

“Kami tidak urus soal pengungkapan kasus korupsi tetapi lebih kepada upaya pencegahan agar orang tidak melakukan korupsi,” ujar Nanang saat dikonfirmasi Suaraflores.net.

Seperti disaksikan Suaraflores.net bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi berlangsung di lantai dua kantor Bupati Ende, Pulau Flores. Ada beberapa kepala dinas, kepala badan yang hadir.

Baca juga: KPK Bidik Kasus Korupsi di Kabupaten Ende

Hal yang menarik adalah dua lembaga keuangan atau bank yakni Bank BRI dan Bank BPD atau Bank NTT juga dihadirkan. Informasi yang didapat di kantor Bupati Ende bahwa kehadiran staf dari kedua bank tersebut terkait dengan”  Keuangan Daerah” yang tersimpan di Bank BRI Ende. KPK ingin mengetahui alasan pemindahan keuangan daerah dari Bank NTT ke Bank BRI Ende.

Tim KPK tersebut berada di Kabupaten Ende selama Empat (4) hari, yakni hari pertama, Senin, 19 Maret 2018 melakukan Monitor dan Evaluasi terhadap beberapa Dinas, Badan di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Ende sendiri,

Hari kedua, Selasa, 20 Maret 2018 melakukan Monitor dan Evaluasi kepada beberapa Dinas, Badan dari Kabupaten Ngada. Hari ketiga, Rabu, 21 Maret 2018 melakukan Monitor dan Evaluasi kepada beberapa Dinas, Badan dari Kabupaten Nagekeo dan hari terakhir, Kamis, 22 Maret 2018, melakukan monitor dan Evaluasi terhadap kepala Dinas dan Badan dari Kabupaten Sikka. (Dami).

To Top