Peristiwa

Natal 2018, Wakil Bupati Flores Timur: Jauhilah sikap saling bermusuhan!

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,SH. (ist)

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,– “Damai Natal kali ini harus dipenuhi dengan spirit kekeluargaan dan persaudaraan. Jauhilah sikap saling bermusuhan, menghina serta menjatuhkan satu sama lain.” Demikian pesan yang disampaikan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,SH, kepada warga di bumi Lamaholot saat ditemui Suara Flores.Net, Senin, (24/12/2018), di rumah jabatannya.

Agust Boli menyampaikan selamat merayakan Damai Natal 25 Desember 2018 bagi seluruh umat Kristen. Menurutnya, hidup membutuhkan pembaharuan, dimana kelahiran baru ini diharapkan membawa nilai baru. Jadi, tidak hanya sekedar fisik dan  spiritual, tetapi secara sosiologis alam lingkungan dalam diri maupun organisasi kerja. Apalagi nilai kekeluargaan saat ini makin luntur, yang ditandai dengan banyak konflik interen di masyarakat, termasuk Lamaholot.

“Sikap Saling fitnah, menghina, mengejek, tidak mendukung harus dikuburkan. Selalu kedepankan kekeluargaan dalam setiap masalah. Hentikan konflik kekerasan. Sebab, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Asalkan dilakukan dengan niat baik,”pungkasnya.

Sementara terkait nilai persaudaraan, Agus Boli, mengatakan persaudaraan meminta agar perasaan sebagai satu saudara orang Lamaholot-Indonesia harus terus dikobarkan. Apalagi dalam memasuki tahun politik 2019.

“Saya minta tolong jaga situasi politik di tahun politik 2019. Pilihan sesuai hati nurani. Jangan ada pemaksaan. Lakukan dengan Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia. Calon presiden pun, sambungnya, hanya ada 2 orang, yakni Jokowi dan Prabowo. Siapapun yang terpilih adalah presiden rakyat Indonesia. Tidak boleh saling fitnah dan menjatuhkan,” katanya tegas.

Dia juga meminta para penyelenggara Pemilu harus bekerja dengan baik. Sedangkan, pihak-pihak yang bertikai di Adonara diminta untuk saling menahan diri dengan menghentikan kekerasan karena pemerintah saat ini sedang berkonsentrasi membangun hal-hal besar, seperti Rumah Sakit Adonara dan Pasar Waiwerang.

“Ini tetap dilanjutkan terus. Sehingga harus hindari perang. Sebab, sangat merugikan kita semua.Teruslah bertemu untuk berdamai. Jangan saling caci maki lagi. Hanya orang bodoh yang saling ribut,”tohoknya serius. (Roberth/sfn)

To Top