Edukasi

Oan Diak Belu Study Visit PAUD HI di Sumba Barat

Peserta study visit dari Kabupaten Belu sedang berpose bersama di halaman PAUD Golgota Desa Hupu Mada. Kanan; Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole sedang menyerahkan cinderamata berupa plakat kepada Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny, Ny. Lidwina Viviawaty Ng Lay.

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Tim Oan Diak atau Gugus Tugas PAUD HI (Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif) Kabupaten Belu melakukan study visit atau belajar tentang PAUD HI di Kabupaten Sumba Barat. Study visit ini dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny. Lidwina Viviawaty Ng Lay.

Para peserta study visit berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Kunjungan belajar yang dilakukan pada Sabtu (28/9) lalu terdiri dari 15 orang. Ke-14 orang itu adalah;

  1. Ny. Lidwina Viviawaty Ng Lay, Bunda PAUD.
  2. dr. Joice Manek,  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A);
  3. Untung, TP PKK Pokja II,
  4. Dra. Laurensia Kali, Kabid K3 DP2KB
  5. Regina Wunda, Kabid Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan
  6. Drh. Anie R.Hidayat, Kabid PMM BP4D atau Bappeda
  7. Blasius Bria, Kasie di DP2KB
  8. Valentinus B.P.Ledjap, Kasie di DPMD
  9. Theresia Helimuna TB, Kasie di Dinkes
  10. Maria Purman Widiyanti, Staf Bidang PMM di BP4D,
  11. Adriana Fouk Runa, S. Si. Apt, Kabid Kesmas Dinkes,
  12. Petrus Ola Ledu sebagai Kabid Pemberdayaan Sosial di Dinas Sosial.
  13. Vinsensius Asno, Project Officer Save The Children
  14. Yohanes B. Bria, Project Officer Save The Children.

Kedatangan tim study visit PAUD HI dari Kabupaten Belu ini disponsori oleh Save The Children Belu untuk mendalami dan mempelajari cara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melaksanakan Program PAUD HI. Saat tiba di Waikabubak, pada Sabtu pagi tim melakukan tatap muka dengan Bupati Sumba Barat, Agustinut Niga Dapawole di rumah jabatan bupati yang dihadiri para kepala dinas dan kepala badan. Selanjutnya, tim menuju Desa Hupu Mada di Kecamatan Wanokaka.

Di Desa Hupu Mada, tim study visit ditemani oleh Bunda PAUD Kabupaten Sumba Barat dan para anggota Taman Pawoda Kabupaten Sumba Barat. Sesampainya di halaman kantor desa, tim diterima Kepala Desa, Anderias R.Wadda dan para tokoh masyarakat serta para kader dan orang tua bayi balita. Di desa ini, tim melihat secara langsung praktek pelaksanaan kegiatan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) yang saat itu melaksanakan Pertemuan 10 tentang pengenalan kesehatan reproduksi pada anak usia dini. Setelah melihat secara langsung praktek kegiatan BKB HI, tim melakukan diskusi dengan para pengurus Taman Pawoda Desa atau Gugus Tugas PAUD HI Desa Hupu Mada. Diskusi yang dipandu oleh Silvester Nusa ini berlangsung 2 jam. Para peserta study visit dan tim Taman Pawoda Desa Hupu Mada saling sharing praktek baik dalam pelaksanaan PAUD HI yang meliputi praktek pelaksanaan kesehatan dan gizi, Pendidikan, pengasuhan, perlindungan anak dan kesejahteraan sosial.

Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny. Ny. Lidwina Viviawaty Ng Lay, mengaku sangat puas dengan apa yang dilihatnya di desa. Pihaknya akan serius mengembangkan PAUD HI agar bisa menghasilkan generasi emas, generasi yang hebat di masa mendatan. Setelah berdiskusi, tim study visit berkunjung ke Nihi Watu melihat indahnya panorama pantai yang indah. Sekembalinya dari Nihi Watu, pada malamnya, tim study visit melakukan sharing pembelajaran PAUD HI bersama tim Taman Pawoda Kabupaten dan Bupati Sumba Barat di aula rumah jabatan Bupati Sumba Barat.

Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole, mengatakan, perihal belajar berbagai praktek baik kita bisa saling belajar antar kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kita tidak bisa belajar di Jawa karena kondisinya berbeda. Dengan saling belajar kita akan mudah mempraktekannya karena rata-rata situasi kultur dan sosial di NTT hampir sama.  (bkr/SFN)

To Top