Budpar

Obyek Wisata Pantai Palo Mulai Beraroma Palmerah

Objek Wisata Alam Pantai Palo Diabadikan Dari Tanah Merah

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET-Kota Larantuka terletak di ujung timur Pulau Flores. Rumah-rumah warga di balik pohon pohon hijau menghiasi kaki gunung Ile Mandiri yang dahulu menelan banyak korban jiwa. Larantuka terkenal sebagai kota religi dengan upacara Semana Santa menjelang Hari Raya Paskah setiap tahunnya. Kota Kabupaten Flores Timur ini pun memiliki banyak objek wisata pantai yang indah dan menarik simpati banyak pengunjung.

Warga pecinta objek wisata belum sampai ke Pulau Flores apabila belum injakan kaki di Kota Larantuka. Salah satu pantai yang ramai diminati warga adalah Pantai Palo yang terletak di arah timur Kota Larantuka. Warga hanya membutuhkan waktu 10 menit dari pusat Kota Larantuka. Proses pengambilan foto keindahan Pantai Palo tak bisa dari jarak yang dekat. Warga harus menyeberang dari Pelabuhan Pantai Palo menuju Pelabuhan Tana Merah Kepulauan Adonara.

Untuk menyeberang ke Pelabuhan Tana Merah, warga tak perlu panik atau takut. Perahu motor yang dinakodai para nelayan dengan santai dan tenang melintasi  keindahan di laut yang tenang ini. Jika arus sedikit kencang ada jalan yang dapat dilintasi dengan nyaman ke Tanah Merah. Setiap hari para nakoda melayani penumpang atau warga yang bepergian. Hanya 10 ribu per orang dengan jarak waktu 4 sampai 5 menit kita sudah tiba di Pelabuhan Tanah Merah Pulau Adonara. Jika Anda menggunakan kendaraan roda 2, dapat dikenakan tarif sampai 20 ribu. Pulau Adonara merupakan sebuah pulau yang berada di wilayah Kabupaten Flores Timur. Daerah ini sedang diusulkan untuk dimekarkan menjadi Kabupaten Adonara.

Di sana, di Tanah Merah warga boleh mengabadikan keindahan pantai melalui handpone atau camera DSLR. Warga dengan sepuasnya menikmati keindahan laut yang terbentang luas dan tenang di kaki Ile Mandiri, dikelilingi bukit dan perumahan warga. Ile Mandiri seakan mempercantik keindahan Pantai Palo Flores Timur. Berdiri menjulang tinggi, di kaki gunung api yang tidak aktif lagi ini dihuni ribuan masyarakat yang dinakodai Bupati Flores Timur Anton Hadjon dan Agus Boli.

Ile Mandiri diperkirakan memiliki ketinggian kurang lebih 1000 meter. Bentuknya mengerucut. Menurut cerita warga, dahulu kurang lebih 38 tahun lalu, Ile Mandiri pernah memuntahkan batu-batuan. Banyak korban meninggal, hilang dan luka-luka, kini gunung ini dikabarkan tak aktif lagi. Warga pecinta objek wisata di Larantuka bebas, aman dan nyaman mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang diberada di kaki gunung.

Disaksikan suaraflores.net, keindahan Pantai Palo ramai diabadikan warga yang hilir mudik di dua pulau ini. Lalulalang kapal motor mengantar warga ke Tanah Merah hanya untuk mengabadikan keindahan alam Flores Timur. Pantai Palo dan Tanah Merah kini telah dikenal luas hingga ke negeri Belanda. Negara yang kecil tapi tekenal dengan kehebatan dalam bermain bola kaki. Para ahli dan profesor Belanda akan melanjutkan rencana pemerintah daerah membangun jembatan Palmerah. Palmerah merupakan singkatan dari Pantai Palo dan Tana Merah.

SuaraFlores.net merekam pembicaraan warga Pulau Adonara dari kampung ke kampung. Mereka selalu menyebut Palmerah. Palmerah tak asing lagi. Palmerah akan menjadi jembatan wisata yang menjanjikan. Warga akan lebih mudah menyeberang dan mengabadikan keindahan alam bumi Flores Timur.

“Pemerintah akan membangun jembatan dari Pelabuhan Pantai Palo menuju Pelabuhan Tanah Merah. Jika jembatan ini dapat dibangun tentu nilai wisatanya makin besar. Rakyat tentu lebih mudah berpergian dan menikmati keindahan Larantuka” kata Simon salah satu warga Adonara di Pelabuhan Tanah Merah. (m-16).

 

To Top