Ekbis

Oswaldus Bangkitkan Ekonomi Kreatif Rakyat Kecil

Suara Flores
Keripik Ubi Madawat Maumere

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Ir. Oswaldus, salah satu Anggota DPRD NTT yang kini memasuki periode kedua dari daerah pemilihan 5 Flores melalui pintu PKPI. Kehadiran Oswaldus tidak hanya hura – hura di ruang sidang Kelimutu. Ratusan kelompok usaha rakyat kecil difasilitasi untuk mendapat bantuan anggaran propinsi untuk membangum usaha ekonomi kreatif.

Bantuan berupa dana usaha dan ternak terealisasi setelah adanya pertemuan bersama masyarakat di sejumlah titik di Kabupaten Sikka dan Kabupaten lainnya di Flores. Bantuan – bantuan yang dapat difasilitasi seperti anggaran untuk usaha ekonomi kreatif dan ternak seperti sapi, babi, kambing dan bantuan untuk para nelayan serta para petani.

Semua permohonan bantuan pasti diakomodir setelah masyarakat membentuk kelompok usaha yang terdiri dari 10 orang dengan memenuhi persyaratan seperti KTP, KK dan menentukan jenis usaha yang akan dijalankan.

Mama Agus, salah satu Ketua Kelompok Usaha Ekonomi Kreatif berupa keripik ubi di Kelurahan Madawat, Kota Maumere mendapat bantuan anggaran senilai 10 juta rupiah dari Dinas Sosial yang difasilitasi Oswaldus. Kelompok usaha yang  melibatkan ibu – ibu rumah tangga ini masih berjalan hingga saat ini.

“Kami kerja gotong royong. Pagi pergi beli ubi di pasar, kemudian proses pembuatannya di rumah secara bersama-sama. Proses pemasarannya kami titip di kios -kios dan sekolah-sekolah. Kadang-kadang di pesan dari luar daerah. Keuntungan dari penjualan kripik ini kami manfaatkan untuk pengembangan usaha. Kalau mendapat keuntungan besar dibagi ke semua anggota sebagai tambahan pendapatan rumah tangga atau untuk kebutuhan dapur,” jelas Mama Agus di kediamannya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Marsel Ahang Usulkan Tanah Hibah untuk Satuan Brimob

Baca juga: Ratna Sarumpaet: Pak Prabowo Maafkanlah Aku

Mama Agus Kepada SuaraFlores.Net mengaku bangga atas kehadiran wakil rakyat Flores di propinsi yang menepati janji, mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga.

Dikatakannya, kelompok usaha ekonomi kreatif yang terdiri dari ibu – ibu rumah tangga Kelurahan Madawat sudah berjalan lama, sejak mendapat kucuran dana dari propinsi lima tahun lalu.

Kelompok usaha Mama Agus dan kawan-kawan pun dikatakan layak dan sehat setelah diperiksa oleh Dinas Sosial Propinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Mama Agus pun telah mengurus ijin usaha di dinas teknis pemerintah setempat.

Selain usaha keripik ubi ini, kaum perempuan ini mendapatkan anggaran untuk menjalankan usaha tenun ikat. Masih banyak warga lain yang juga difalitasi Oswaldus. Misalnya, usaha kios dan ternak. Masyarakat penerima bantuan sangat berterima kasih saat menerima bantuan yang diserahkan oleh pihak dinas.

Menghadapi banyaknya permohonan bantuan tersebut, Oswaldus sering menerima kritikan dari warga kelompok pemohon bantuan. Ia juga mengalami tantangan dilapangan karena ada oknum-oknum yang ingin sabotase bantuan yang difasilitasinya. Di sisi lain, ada warga menyebut realisasi bantuan sangat lama. Ada juga warga yang keliru mengajukan proposal bantuan seperti mengajukan permohonan pengadaan alat musik seperti organ untuk kelompok.

Merespon kritikan tersebut, ia hadapi dengan santun dengan menjelaskan tahapan realisasi bantuan yang harus sesuai dengan batas waktu dan platform anggaran yang disediakan.

“Ini soal waktu saja. Cepat atau lambat, semua permohonan bantuan anggaran usaha ekonomi kreatif, ternak, untuk nelayan dan petani pasti diakomodir. Kalau belum diakomodir tahun ini berarti tahun depan. Ini kan seluruh masyarakat NTT yang mengajukan permohonan bantuan. Kita harus bersabar. Semua pasti diakomodir.

“Untuk bantuan alat musik pasti bisa dibantu apabila permohonan mengatasnamakan gereja atau paroki. Kalau untuk kelompok – kelompok kecil mungkin saya bantu secara pribadi,”jelasnya. (sfn02).

To Top