Edukasi

Pakai Uang Pribadi 17 Juta, Bupati Robi Tanggung Biaya Rumah Kost Penerima Beasiswa

Suara Flores
Calon Mahasiswa Penerima Beasiswa Saat Mengikut Pembekalan di Gedung Sikka Convention Centre Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT

SUARAFLORES.NET – Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menghadiri kegiatan pembekalan seratus Calon Mahasiswa Unitri Malang di gedung Sikka Convention Centre Jalan Ahmad Yani Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (13/6/2019) siang. Dihadapan calon mahasiswa/i penerima beasiswa, ia berjanji menanggung biaya kontrakan rumah kost menggunakan uang pribadi senilai tujuh belas juta rupiah.

Ia mengatakan bahwa pemerintah berencana menyiapkan sekretariat di Malang, namun itu butuh proses dan butuh biaya. Saat ini, kata dia, ada tawaran kontrak kost dengan harga tujuh belas juta per tahun.

“Kontrak kost untuk satu tahun ke depan saya siapkan uang pribadi senilai tujuh belas juta rupiah. Pada awal bulan Juli ini saya transfer uangnya sehingga kalian ke sana sudah ada tempat untuk tinggal. Yang laki-laki sementara cari kost dulu, nanti diperjuangkan tahun depan,” ujar Bupati Sikka yang biasa dipanggil Robi Idong itu disambut tepuk tangan meriah.  

Baca juga: Romanus Woga Berharap Calon Mahasiswa tidak Bawa Ijazah Gendong

Baca juga: Bupati Sikka Ingatkan Calon Mahasiswa Unitri Malang agar Serius Kuliah

Siapkan Kartu Sehat dan Surat Pindah Penduduk

Kepada Bagian Kesra, Robi Idong mengharapkan agar disiapkan segala urusan administrasi kependudukan dan kartu jaminan kesehatan. Hal itu harus dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan mereka selama kuliah.

“Tolong dicek. Kalau mereka belum miliki tolong diurus segera agar saat berangkat sudah dilengkapi dengan kartu sehat dan surat pindah atau surat keterangan kuliah. Di sana, mereka harus lapor RT supaya  urusan kuliah tidak terganggu. Dan jangan lupa laporkan ke BPJS Kesehatan agar mereka bisa dilayani saat sakit,” harapnya.

Kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO), ia mengharapkan agar melakukan pemantauan selama mahasiswa penerima beasiswa menjalankan kuliah. Kurang lebih setiap semester atau perenam bulan.

Kepada para calon mahasiswa, ia mengharapkan agar tekun dalam belajar dan ikut beroganisasi yang bisa membangun mental dan karakter.

“Kalian harus bentuk paguyuban. Tentukan ketua, sekretaris dan bendahara. Setiap semester, nilai mata kuliah harus dilaporkan ke pemerintah daerah. Saat berangkat, saya berencana antar kalian,” kata Bupati Robi. (sfn02).

To Top