Budpar

Pariwisata dan Budaya NTT Menggeliat, Gustav Mbapa Minta Pemerintah Gencarkan Infrastruktur dan Ciptakan Lapangan Kerja

Politisi Partai Demokrat, Gustav Mbapa (baju kaos hitam) ketika bertatap muka dengan warga Sumba. (*)

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,-Politisi DPP Partai Demokrat asal Sumba, NTT, Gustav Mbapa mengapresiasi geliat pembangunan pariwisata dan budaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT saat ini. Dia berharap pemerintah juga menggencarkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata dan menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja NTT.

“NTT akhir-akhir ini  destinasi pariwisatanya dan kegiatan kebudayaannya lagi menggeliat sehingga kesanya NTT menjadi tujuan wisata  yang sangat menarik. Namun stereotif  NTT itu miskin dan korupsi masih menjadi lebel NTT saat ini. Untuk itu, saya berharap Gubernur dan Wakil Gubernur NTT harus gencar membangun infrastruktur demi memuluskan program besar pariwisata NTT,” kata Gustav Mbapa kepada Suaraflores.Net, Senin (23/12/2019) di Jakarta.

Selain jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara, menurut politisi Partai Demokrat ini, pemerintah juga harus mengadakan 10 buah kapal Farry Conekting antar pulau untuk melayani sirkulasi pasar setiap hari, yang juga sebagai sarana transportasi antar warga Pulau Flores, Sumba, Timor, Alor, Sabu dan Rote.

Sebagai refleksi atas HUT NTT ke-61 20 Desember 2019, ia berpesan pula agar pemerintah juga dapat menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru yang bisa menyedot paling kurang 100 ribu tenaga kerja. Hal ini, tambah dia, untuk mengurangi tingkat pengangguran di NTT yang masih tergolong tinggi, yang kemudian mendorong warga NTT ke luar daerah atau ke luar negeri mencari pekerjaan.

Sementara itu, di bidang pengembangan SDM, Mbapa berharap, ada gerakan revolusi pendidikan yang dilakukan pemerintah guna menyiapkan sekolah-sekolah yang dapat mencetak siswa yang langsung dapat bekerja setelah lulus dari sekolahnya.

“Harus diverifikasi lagi lembaga pendidikan setingkat SMA/SMK dan perguruan tinggi yang  kapasitasnya tidak menjawab kebutuhan kualitas pendidikan,” ujarnya serius.

Sedangkan, di bidang pemberantasan korupsi, ia meminta agar pemerintah harus mampu mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di birokrasi. Pasalnya, selama ini korupsi telah menjadi penghambat utama pembangunan di NTT.

“Perlu ada pengawasan internal dan external penggunaan keuangan negara. Harus diperkuat agar mengurangi kebocoran uang negara. Dengan demikian seluruh uang negara dapat dipergunakan sepenuhnya untuk pembangunan demi mencapai kesejahteraan hidup rakyat NTT,” kata Gustav. (bungkornell/sfn)


To Top