Infrastruktur

Pasang Lampu Jalan, Bupati Robi Jawab Keluhan Warga Misir Barat

Suara Flores
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo Saat Penanaman Tiang Lampu Jalan Yang Pertama di Wilayah Lingkungan Misir Barat, Kelurahan Madawat, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, (8/12/2018)

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo membuat sejarah bagi masyarakat Lingkungan Misir Barat, Kelurahan Madawat, Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Hari ini, Selasa (8/1/2019) siang, Bupati Sikka hadir bersama staf Bagian Umum Setda Sikka, Lurah Madawat dan Camat Alok untuk menyaksikan pemasangan lampu jalan di samping Mahardhika menuju perumahan warga.

Warga Misir Barat pun menyambut gembira atas kepedulian Bupati Sikka. Bahwa keluhan akan penerangan berupa lampu jalan di belakang Mahardhika dan Candraditya sudah berlangsung sangat lama. Berulangkali mereka menyampaikan ke DPRD dan pemerintah, baru kali ini dijawab oleh Bupati Sikka yang maju bersama Wakil Bupati, Romanus Woga ini.

“Dalam beberapa kesempatan Musrenbang kami sampaikan, pertemuan terbatas kami sampaikan, omong langsung ke DPRD sudah kami lakukan, namun semua tidak berhasil. Kami senang sekali Moat Bupati Robi ini bisa menjawab keluhan kami selama ini,” ujar Ansel Hanyon, Ketua RT04/RW12, Kelurahan Madawat, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (8/12/2018) dalam kerja bakti bersama pemasangan lampu jalan di wilayah itu.

Bastian Pareira, Ketua RT01 mengatakan, kondisi wilayah Misir Barat menjadi daerah yang rawan kriminal. Banyak warga menjadi korban jambret dan kekerasan di malam hari.  

“Saya berharap agar semua warga dapat merawat lampu jalan yang sudah ada, dan hanya orang Misir Barat yang bisa melakukannya. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Lurah, Pak Camat dan Pak Bupati yang sudah menjawab keluhan warga selama ini,” ujarnya.

Baca juga: Aksi Jambret dan Remas Buah Dada di Lorong Gelap Lero Wulan

Baca juga: Pilkada Sikka, Robi Idong: Saya Dikaderkan Alex dan Ansar

Lurah Madawat, Marianus Mario yang turut hadir dalam kegiatan itu menjelaskan, pemasangan lampu jalan ini dilakukan setelah menghimpun berbagai keluhan dan laporan masyarakat. Kurang lebih 20 juta rupiah digelontorkan untuk pemasangan tujuh titik lampu jalan di wilayah Lingkungan Misir Barat.

“Dilihat dari anggaran sebenarnya belum cukup untuk menjawab semua keluhan warga. Bersama Camat Alok dan sesuai permintaan dari Pak Bupati, kami melakukannya secara bertahap. Tahun ini, disiapkan anggaran agar Misir Barat lebih terang lagi dan terhindar dari berbagai tindakan kriminal. Mari rawat untuk keamanan dan kenyamanan kita bersama,” ujarnya.

Disaksikan SuaraFlores.Net, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, usai pemsangan tiang pertama meminta warga untuk tidak merusak lampu-lampu yang akan dipasang. Ia pun bertekad untuk menambah beberapa titik agar Misir Barat jauh dari kegelapan.

“Bapa mama, jaga baik-baik lampu ini. Beritahu anak-anak kita untuk bisa memelihara sehingga kita terang terus,” ujarnya.

Baca juga: Mantan Sopir Ini Optimis Lolos ke Kursi DPD-RI, Wakili Rakyat NTT

Baca juga: Korban Meninggal Tertimbun Longsor Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Sebelumnya, berdasarkan hasil rekaman SuaraFlores.Net dalam beberapa kesempatan sosialisasi Calon Anggota DPRD Sikka, warga meminta agar para caleg bisa menyampaikan kepada pemerintah untuk segera memasang lampu jalan di wilayah itu. Hal itu disampaikan warga seiring dengan banyak ibu-ibu rumah tangga dan para pelajar menjadi korban jambret dan kekerasan di malam hari.

“Selain air dan jalan, kami minta yang pertama listrik. Tolong sampaikan kepada pemerintah untuk segera memasang lampu jalan. Banyak sekali warga di sini menjadi korban di malam hari pak,” ujar Lipus Hayon, warga RT04/RW12 kepada Martinus Wodon, Calon Anggota DPRD Kabupaten Sikka Dapil Sikka 1 dari Partai Golkar belum lama ini.

Martinus Wodon kepada warga menaruh prihatin terhadap kondisi warga Misir Barat. Menurutnya, kondisi ini harus cepat direspon, tidak boleh bertele-tele seperti ini.

“Saya ini belum jadi wakil rakyat. Ini mestinya disampaikan kepada wakil rakyat sekarang. Tapi saya akan coba komunikasi dengan Lurah, Camat dan Bagian Umum, semoga keluhan bapa mama ini bisa direspon. Karena , kita bicara daerah pariwisata, maka kota ini harus terang, bukan gelap gulita,” ujarnya.    

Untuk diketahui, wilayah yang berada di tengah kota ini, tepatnya di Jalan Lero Wulan, belakang Candraditya dan di belakang Mahardika menjadi rawan kriminal. Aksi Jambret dan remas buah dada terjadi di sana. Anak-anak pelajar hingga ibu-ibu rumah tangga sering menjadi korban. Belum ini lama ini pun dialami seorang ibu rumah tangga saat pulang dari rumah sakit dan hendak kembali ke kediamannya, melintasi ruas jalan di samping timur Mahardhika.

“Epan gawan moat bupati dan wakil bupati, poi miu ruam golo gu ni’a mora ami (Terima kasih banyak Bapak Bupati dan Wakil Bupati, hanya bapa berdua yang mampu melihat kondisi kami,” ujar Yuvensius, Ketua RW12 kepada SuaraFlores.Net, (8/12). (sfn02).

To Top