Hukum

Pasca TT Ditangkap Situasi RuDi Hokeng Normal Kembali

Suara Flores
Yang Mulia Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr saat bersua dengan kelompok Santa Ana

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET-Pasca tertangkapnya TT, tersangka utama kasus pencurian kopi di kompleks Rumah Dioses/RuDi Keuskupan Larantuka, Minggu, (07/01/2018) pukul 09.00, situasi mulai normal kembali.

Suasana aman, nyaman dan berbagai kegiatan tampak berjalan lancar. Tidak ada ketegangan lagi. Pantauan suaraflores.net, sejak Sabtu (06/01/2018) kelompok kategorial seperti Santa Ana yang dipimpin Ibu Tresia Tukan melakukan pembersihan dan menata kembali pekarangan RuDi Hokeng.

Sebelumnya, Jumad, (05/01/2018) siswa Seminari Sandominggo Hokeng dipimpin langsung Praeses Seminari, Rm. Georgius Harian Lolan, Pr melaksanakan kegiatan yang sama.

“Ini ungkapan keperihatinan kami atas peristiwa yang terjadi, sekaligus bentuk dukungan moril kami kepada Yang Mulia Bapak Uskup Frans Kopong Kung, Pr. Ia rela tinggal dan berkantor di RuDi Hokeng untuk mendukung penuntasan kasus ini,” ujar Tresia Tukan yang diamini teman-temannya kepada suaraflores.net. Mereka berharap proses hukum kasus pencurian kopi berjalan lancar dan cepat selesai.

Baca: Uskup Larantuka: Pencuri Kopi di Rumah Dioses Hokeng Harus di Hukum

Praeses Seminari Hokeng, Georgius Harian Lolan, Pr juga sampaikan keprihatinannya. Menurutnya, sedang terjadi dekadensi moral yang sangat buruk terhadap diri para pelaku dan aktor-aktor dibaliknya.

“Kejadian ini menggambarkan pelaku bukan orang Lamaholot, karena tidak takut ambil barang milik orang lain. Seperti suanggi kampung. Actusnya jelas, Taka/Curi-Temaka/Pencuri dan Menakan/Suanggi kampung. Apalagi mencuri disaat suasana Natal yang penuh dengan sukacita damai,”ujar Romo Gius kepada suaraflores.net di pendopo belakang RuDi Hokeng, Rabu (03/01/2018) pagi.

Baca: Uskup Larantuka Harap Polisi Serius Tangani Kasus Pencurian Kopi

Ia bahkan secara tegas nyatakan sikap untuk siap diperiksa sebagai saksi.

Romo Gius sendiri pernah terlibat perkelahian seru dengan tersangka utama TT dan 2 orang lagi. Peristiwa itu terjadi pada 05 Desember 2017 siang di pendopo belakang RuDi Hokeng. Saat itu, TT bersama 2 orang lagi datang mengancam dan menyuruh romo dan karyawan untuk segera tinggalkan RuDi Hokeng. Menurut pelaku lokasi tersebut bukan milik Keuskupan Larantuka lagi.

Baca: Uskup Larantuka: Tangkap Aktor Intelektual Pencuria Kopi

“Sempat terjadi adu mulut dan saling ancam. Saya tanya mereka, Kamu apa? Mereka balik marah saya, Kau Siapa? Saya bilang, saya Praeses Seminari. Lalu saya ajak mereka duduk bicara tapi mereka tolak, lalu pergi sambil lempari seng dengan batu dan potong apa saja disitu dengan parang,”ungkap Romo Gius.

Baca: Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Kopi

Aksi simpatik siswa seminari dan kelompok ibu-ibu Santa Ana serta umat lainnya membersihkan RuDi Hokeng diapresiasi positif dan disambut gembira Yang Mulia Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr. Ia sangat senang, melepas senyumnya dan memberi salam bagi mereka ketika keluar dari mobilnya, yang baru tiba dari Larantuka, Sabtu, 06/01/2018 Sore.

“Terima kasih atas semua dukungannya. Terima kasih juga Roberth, Suara Flores atas dukungannya. Mari kita dukung proses hukum ini sampai tuntas,”katanya singkat. (sfn03).

To Top