Tamu Kita

Pascalis da Cunha, Putra NTT yang Berani Jadi Caleg di DKI Jakarta

Calon Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Partai Nasdem, Paskalis da Cunha (*)

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,–Dalam pemilu legislatif 2018, banyak putra-putra Nusa Tenggara Timur (NTT)  di Jakarta maju menjadi calon DPRD Provinsi DKI Jakarta. Salah satu figur yang berani bertarung merebut kursi DPRD DKI adalah Pascalis da Cunha, SH. Paskalis maju dari DPW Partai NasDem DKI Jakarta.

Nama Paskalis, tidak sulit dicari di Jakarta jika. Banyak tokoh NTT, mengenal baik pria tegas yang sering aktif dalam berbagai kegiatan warga NTT ini.  Selain terlibat dalam jajaran Keluarga Besar Maumere (KBM) Jaya, Paskalis juga cukup bergaul luas dengan warga asal NTT dari berbagai kabupaten yang tinggal di Jakarta.

Ditemui Suaraflores.Net di kantornya di Cikini-Menteng Jakarta Pusat belum lama ini, pria petarung yang berani meninggalkan Kota Maumere 30-an tahun silam ini, mengisahkan sekilas perjalanannya mengadu nasib di Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Paskalis mengisahkan, masa kecilnya dihabiskan di Maumere, tepatnya di Kampung Kabor. Ia masuk sekolah dasar pada  SDK 2 Maumere dan SMP Seminari Lela, dan kemudian masuk SMA St. Gabriel Maumere, Kabupaten Sikka. Setelah menamatkan pendidikan di SMA Santo Gabriel, ia merantau ke Ibu Kota Jakarta dan  melanjutkan studinya di ISTN Jakarta jurusan elektro.

Selama studi di ISTN, ia mulai mengenal dunia organisasi mahasiswa. Ia kemudian memutuskan bergabung di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jakarta Timur. Dalam organisasi  PMKRI, ia cukup aktif dan produktif. Berawal dari anggota biasa, ia kemudian terpilih menjadi pengurus PMKRI Jakarta Timur, menjadi pengurus PMKRI Jakarta, dan kemudian terpilih menjadi pengurus pusat (PP) PMKRI.

Paskalis sempat berhenti kuliah untuk bekerja mencari uang. Ia bekerja keras di beberapa perusahan swasta. Setelah mendapatkan uang yang cukup, ia  kemudian  kuliah kembali pada tahun 1999 pasca tragei Mei 1998. Ia kembali mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Admajaya Jakarta. Perjuangan kerasnya berhasil dengan meraih gelar sarjana hukum pada tahun 2003. Karena berniat keras menjadi advokat, ia magang di sebuah kantor advokat di Jakarta 2006.

Pada pertengahan tahun 2007, Paskalis memutuskan mendirikan kantor advokat sendiri  bernama LAW Office Pascalis da Cunha, SH & Partners. Kantor itu terletak di Jalan Soedirman Jakarta dan beroperasi hingga tahun 2013. Selanjutnya, kantornya berpindah ke jalan Proklamasi  Jakarta pusat hingga saat ini.

Baca juga: Jembatan Liliba Dikabarkan “Goyang,” Dinas PU NTT: Jembatan Aman

Baca juga: Diserang AIDS, 70 Warga Kota Kupang Tewas, 884 Jadi Penderita

Selain berprofesis sebagai advokat, pria yang gemar berorganisasi ini terlibat aktif pula di berbagai organisasi profesi lainnya, seperti Sekretaris Bidang Hubungan antar Lembaga Penegak Hukum DPP Peradi, Ketua Bidang Hukum DPP ARDI, dan pengurus Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA).

Selain organisasi profesi, Paskalis juga masuk ke dunia politik untuk memperjuangkan hak-hak hukum masyarakat. Ia bergabung ke Partai NasDem pimpinan Surya Paloh. Di Partai Nasdem, ia duduk sebagai pengurus DPP Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem bersama rekan-rekannya.

Menjelang pemilu legislatif 2018, nama Paskalis sempat melejit di Flores sebagai salah satu bakal calon DPR-RI dari Partai NasDem. Namun kemudian, oleh partainya ia kemudian diputuskan untuk menjadi calon DPRD Provinsi DKI Jakarta. Ia pun tunduk pada perintah partai, dan saat ini, ia sedang bekerja keras di dapil 6 ( Kecamatan Makasar, Kecamatan Pasar Rebo, Kecamatan Cipayung, dan Kecamatan Ciracas) untuk meraih tiket ke kursi DPRD DKI Jakarta.

Disentil mengenai alasan menjadi calon DPRD dari DKI Jakarta dapil 6, Paskalis mengaku dirinya ingin memperjuangkan aspirasi warga mengenai kebutuhan-kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya tercapai. Selain itu, ia juga ingin memperhatikan warga NTT yang sangat banyak bermukim di dapil 6.

“Saya terpanggil untuk memperjuangkan kepentingan warga diaspora NTT sebagai warga Jakarta di gedung dewan. Dengan ada wakil di DPRD DKI, saya berharap berbagai kepentingan warga NTT bisa terjawab,” tuturnya. (bkr/sft)

To Top