Politika

PDIP Akan Kembali Usung Djami Rebo di Pilkada Sarai?

Piter Djami Rebo (tengah) diapit para ketua PAC PDIP Kabupaten Sabu Raijua dalam pertemuan di Walikota baru, Kota Kupang belum lama ini. (Foto: Thomas)

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Tokoh pembangunan infrastruktur NTT, Ir. Piter Djami Rebo, M.Si bakal kembali diusung DPC PDI-Perjuangan dalam Pilkada Sabu Raijua (Sarai) 2020 tahun depan. Kabar terbaru, beberapa waktu lalu, seluruh Ketua PAC dan DPC mendatangi kediaman Mantan Kadis PU NTT tida periode tersebut untuk meminta kesediaan menjadi Calon Bupati Sabu Raijua dari PDIP.

“Ya benar. Para Ketua PAC PDIP sudah menemui Pak PIter Djami Rebo di Kota Kupang. Kami meminta kesediaan beliau untuk maju kembali di Pilkada Sabu tahun depan,”kata Ketua DPC PDIP Sarai, Paulus Rabe Tuka,SH beberapa waktu lalu seraya menegaskan dirinya lagi sibuk Pilpres dan Pileg jadi tidak dapat bersama pengurus PDIP bertemu Djami Rebo, namun komunikasi terus berjalan.

Fakta yang disampaikan Paul yang kini kembali lolos ke DPRD Sarai, bisa jadi benar karena dokumentasi pertemuan itu kemudian diposting oleh
Thomas Hina Noy ke Grup FB Kelaradui lengkap dengana foto bersama Piter Djami Rebo di kediamannya Walikota Baru Kota Kupang. Vecky Adoe, salah satu politisi terkenal PDIP Sarai memberikan komentarnya bahwa bila Djami Rebo berkenan maka dirinya sangat mendukung. Namun dalam beberapa kali komunikasi politik, menurut Vecy, Djami Rebo tidak lagi bersedia maju.

“Kalau beliau bersedia, saya rasa sangat pantas didukung. Hanya saja, dalam beberapa kali komunikasi, saya dengar langsung pernyataan beliau bahwa tidak lagi bersedia maju bertarung. Tapi tentu saja dalam hal politik semua bersifat dinamis,” tulis Vecky dikutip media ini di Grup Kelaradui, Selasa(13/5/2019).

Djami Rebo Perihatin Pembangunan Sabu

Menanggapi arus dukungan yang akhir-akhir ini terus mengalir, bukan hanya PDIP, Djami Rebo yang dihubungi Suaraflores.Net, belum lama ini menegaskan secara diplomatis bahwa dirinya sangat perihatin dengan pembangunan Sabu Raijua saat ini. Keperihatinan terbesar adalah terbengkelainya pembangunan infrastruktur di Sarai. Dia mengaku sangat siap jika dimintai tenaga dan pikirannya untuk mendukung atau mempercepat pembangunan infrastruktur di Sabu, namun menurutnya tidak harus dengan menjadi bupati.

“Sebagai orang Sabu, saya sangat perihatin dengan pembangunan di Sabu, secara khusus di bidang infrastruktur. Banyak yang mangkrak atau terbengkelai. Pembangunan infrastruktur di Sabu butuh sentuhan khusus pemimpin yang benar-benar paham. Beberapa waktu lalu para pengurus PDIP dan banyak tokoh menemui saya. Mereka mendorong saya kembali maju jadi calon bupati untuk mempercepat pembangunan di sana. Namun saya bilang untuk membangun Sabu saya siap jika dibutuhkan, tapi tidak harus menjadi bupati toh,” ungkap tulus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Infrastruktur Kota Kupang, NTT ini, belum lama ini.

Lebih jauh, Djami Rebo lebih mendorong kader-kader muda yang potensial untuk maju di Pilkada Sarai. Menurutnya, Sabu memiliki banyak orang-orang muda yang mampu menjadi bupati dan wakil bupati akan datang.

“Saya sudah tua. Saya dukung orang muda saja yang maju. Saya siap memberikan pikiran dan tenaga jika nanti dibutuhkan untuk percepat pembangunan infrastruktur di Sabu. Jika tidak pun tidak apa-apa, yang penting Sabu ke depan harus lebih baik dari saat ini,” kata jujur Mantan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi NTT tiga periode ini.

Untuk diketahui, dalam Pilada Sarai 10 tahun lalu, Djami Rebo yang diusung PDIP, berpasangan dengan Orie Boeky dikalahkan Ir. Marthen Dira Thome-Nikodemus Rihi Heke yang diusung Partai Golkar. Meski berlanjut hingga gugatan PDIP di Mahkamah Konstitusi (MK), Marthen-Nick akhirnya dilantik berkuasa 5 tahun, dan kemudian kembali menang di Pilkada 4 tahun lalu, yang kemudian berkahir tragis krena Dira Tome ditangkap KPK karena kasus korusi dana PLS di Dinas PPO NTT, sewaktu dirinya menjabat Kabid PLS.

Dalam blantika perpolitikan karpet merah, Djami Rebo nyaris menjadi calon wakil gubernur bersama calon gubernur Frans Lebu Raya dalam Pilkada 2008. Karena merasa tidak cukup dukungan, Djami Rebo mengundurkan diri dan memberikan mandat kepada Ir. Esthon LS. Foenay, M.Si mendampingi Lebu Raya (Paket Frenl) yang kemudian menang besar menumbangkan Partai Golkar dan koalisnya yang mengusung Ibrahim Agustinus Medah.

Dalam catatan media ini, setelah tidak menjadi calon wagub, Djami Rebo diangkat DPD PDIP NTT menjadi tim pemenangan . Ia menjadi sekretaris dalam tim besar yang dipimpin Ketua Tim Drs. Kristo Blasin. Bukan itu saja, selama kekuasaan Lebu Raya, Djami Rebo juga terus memberikan pikiran dan tenaganya bagi Pemerintahan PDIP yang dipimpin Frans-Esthon. Ia terus menunjukan sikap konsistennya hingga mendukung PDIP kedua kalinya memenangkan Pilgub NTTdalam Paket Frans Lebu Raya- Benny Litelnony (Franly) pada 2014 silam. (bkr/sfn)

To Top