Hukum

Pelaku Pembunuhan di Sandosi-Adonara Tetap Diproses Hukum

Kapolres Flores Timur, AKBP.Denys Abraham, SH.S.IK

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,- Siapapun pelaku yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan di Desa Sandosi, Witihama Adonara, tetap akan diproses hukum. Demikian penegasan Kapolres Flores Timur, AKBP.Denys Abraham, SH.S.IK kepada Wartawan belum lama ini.

Penyidikan dan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga, sebut Denys Abraham, akan dimulai pasca doa malam ketiga bagi para arwah para korban.

“Iya, tentu untuk menghargai adat budaya setempat, maka proses hukum pemeriksaan terhadap para pihak yang diduga terlibat dalam insiden berdarah, Kamis, 4 Maret 2020 di lokasi kebun Weluweta akan dimulai,”ujarnya menjawab pertanyaan media ini.

Menurutnya, siapapun yang diduga terlibat akan diperiksa dan diambil keterangannya. Ia memastikan pemeriksaan dan penyidikan kasus ini berjalan secara indenpenden, profesional, obyektif, adil dan tuntas.

Sementara itu, Keluarga Kewaelaga Sandosi melalui Don Ara Kian, Putera salah satu korban yang meninggal, YMS kepada media meminta agar proses hukum yang sedang dimulai harus sampai tuntas danmemberikan hukuman maksimal bagi para pelaku pembunuhan.

Pasalnya, sebut Don Ara Kian, karena peristiwa ini merupakan tindakan pidana berencana. Ia juga meminta aparat Kepolisian bekerja profesional agar bisa mengungkap secara tuntas kasus ini hingga siapa aktor intelektualnya.

Pada kesempatan ini, mewakili keluarga besar Kewaelaga Sandosi, Don Ara Kian mengucapkan limpah terima kasih kepada semua pihak, yang telah membantu evakuasi hingga pemakaman korban.

Khususnya, juga kepada Pemda Flores Timur, Kapolres Flores Timurdan jajarannya, serta Danramil Adonara bersama personilnya.
Ia mengungkapkan, peristiwa ini sungguh sangat menyayat hati keluarga, namun dalam kenyakinan keluarga, mereka adalah pahlawanyang rela mati bersimbah darah untuk mengangkat harkat dan martabat keluarga. 

Dirinya bersama keluarga mencatat peristiwa Kamis, 4 Maret 2020 sebagai sebuah sejarah kelam dalam keluarga besarnya.
Ke 4 orang tua mereka dibunuh secara tidak manusiawi dan beradab, secara terencana dan sangat matang,”tegasnya. (SFN/RBT)


To Top