Infrastruktur

Pembangunan Infrastruktur Berkembang, Stef Ola Demon Optimis Flotim Akan Terus Maju

Stephanus Ola Demon,ST.MT, General Manager (GM) PT.Bumi Indah.(*)
Pekerjaan ruas jalan Got Hitam-Ile Boleng-Hinga di Pulau Adonara, Flores Timur tahun 2019 yang sudah dirampungkan PT.Bumi Indah. (Suara Flores.Net/RBT)

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,- Berbagai kesan dan pesan akhir tahun 2019, yang sekaligus menjadi harapan terhadap kemajuan Flores Timur pada tahun 2020 disampaikan warga. Pesan dan kesan itu terutama terkait program Bupati-Wakil Bupati, Anton Hadjon-Agust Boli yang tengah membangun dengan agenda utama. Salah satu pesan yang mencuat, yaitu ‘Selamatkan’ APBD senilai Rp 1, 157 Trilyun.’ Pesan ini terus disuarakan berbagai pihak.

Salah satu tokoh pembangunan yang turut menyampaikan pesan adalah Putera Terbaik Flotim saat ini, yakni Stephanus Ola Demon,ST.MT, yang kini menjabat General Manager (GM) PT. Bumi Indah. Menurut Stef Ola Demon (SOD), melalui semangat Natal, 25 Desember 2019 dan Tahun Baru, 1 Januari 2020, semua pihak harus terus merajut perdamaian dan toleransi antar umat beragama dan bergotong-royong membangun Flores Timur.

“Mari kita membangun Flores Timur dalam bingkai budaya Lamaholot, dengan tetap mengedepankan dialog yang positif serta karya-karya yang profesional dan produktif di berbagai bidang pembangunan dalam satu semangat Akselerasi Menuju Perubahan Flotim yang lebih maju dan sejahtera,” kata sang manager dari PT. Bumi Indah, sebuah perusahan Jasa Konstruksi, yang telah memiliki Asphalt Mixing Plant (AMP) berstandar nasional di Pulau Adonara saat ini.

“Kita punya satu tekad yang sama yakni, Flotim harus sehat warganya, cerdas rakyatnya dan sejahtera dalam Akselerasi Menuju Perubahan,”tegasnya saat dimintai pandangannya tentang Flotim hari ini dan esok, melalui sambungan Whatshappnya, Senin, 30 Desember 2019, malam.

Oleh karenanya, kata dia, dialog-dialog dan karya-karya profesional dan produktif bagi kemajuan Flotim, musti terus dilakukan, baik di bidang kesehatan, pendidikan,  infrastruktur, pertanian, perkebunan dan peternakan, kelautan dan perikanan, pariwisata maupun bidang lainnya,” kata sang pekerja keras yang telah banyak berkarya dalam membangun konstruksi jalan berkualitas berstandar nasional ini.

Pasalnya, sebut Magister Teknik lulusan terbaik Atmajaya Jakarta ini, Flotim yang sejahtera dengan kualitas hidup warganya yang sehat dan cerdas, tak bisa menjadi pekerjaan rumah Pemerintah daerah dan sebagian masyarakat semata. Tetapi, mesti menjadi pekerjaan rumah bersama semua anak Lewotanah Flores Timur dimanapun.

“Dan, itu harus dikerjakan secara profesional dan produktif. Tak cuman sekedar bicara dimensi politisnya semata. Nah, dengan laju pertumbuhan ekonomi Flotim beberapa tahun terakhir sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Flotim yang tetap tertahan diangka 4 persen, sesungguhnya memberikan catatan serius jikalau banyak potensi sumber daya alam dan manusia Flotim yang belum digerakkan secara profesional dan produktif. Apalagi, hanya berharap pada topangan dana APBD Kabupaten semata,”pungkasnya serius.

Dikatakannya, selaku pihak yang berlatar belakang profesional di bidang jasa konstruksi, yang selama ini bergerak.membangun jalan dan jembatan, khususnya di Pulau Adonara dan Solor, tentunya memiliki tanggung jawab serta komitmen untuk terus membangun secara bermutu dan bermanfaat panjang bagi masyarakat dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Ruas Jalan Kabupaten Baniona-Kawela, Kecamatan Wotan Ulumado, Flores Timur, yang sudah rampung dikerjakan PT.Bumi Indah tahun 2019, dengan pagu dana Rp.1,9 M sepanjang 1 Km. (Suara Flores.Net/RBT)

Meskipun, diakuinya, kalau masih banyak ruas jalan di Pulau Adonara yang belum bisa dikerjakan karena keterbatasan dana pemerintah.
Sebut saja, jalan trans Tobilota-Waiwerang yang tersisa di segmen Baniona-Terong, lalu Waiwerang-Sagu, Got Hitam-Ile Boleng-Hinga, Waiwadan-Lite. Dan, beberapa ruas jalan di Wilayah Adonara Barat hingga Adonara Tengah pedalaman.

“Termasuk sejumlah jembatan yang dari segi konstruksi harus dibangun baru dengan pagu biaya yang tidak sedikit. Seperti jembatan di jalur trans Tanah Merah-Tobilota dan ruas lainnya,”tambahnya lagi.

Lebih jauh, Stef Ola menjelaskan, pihaknya tetap punya komitmen yang kuat untuk terus membangun berbagai infrastruktur pembangunan di Flotim dengan kualitas terbaik. Saat ditanyai terkait pekerjaannya tahun 2019 di Pulau Adonara, sosok penting dibalik PT.Bumi Indah yang selama ini telah sukses berkarya membangun jalan di Pulau Adonara, Flotim menyampaikan, kalau beberapa ruas yang dikerjakan tahun ini sudah rampung. Hanya tersisa urukan tanah pada bahu-bahu jalan.

“Iyah, seperti segmen Tobilota-Tanah Merah, Segmen Got Hitam-Ile Boleng-Hinga, Segmen Waiwadan-Lite Adonara Tengah dan Segmen peningkatan jalan kabupaten Baniona-Kawela Wotan Ulumado 1 Km senilai Rp.1,9 M lebih. Semuanya sudah selesai dikerjakan plus dengan pekerjaan minornya,”tambahnya, semangat.

Dirinya berharap, adanya dukungan yang luas dari masyarakat terhadap upaya pemerintah daerah Flotim dalam menyelamatkan infrastruktur kedepan.

“Bukan hanya jalan dan jembatan, tapi berbagai bidang infrastruktur lainnya. Termasuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan pelaksana jasa konstruksi, seperti sertifikasi kompetensi para kontraktor pelaksana agar betul-betul profesional dalam bekerja di dunia jasa konstruksi. Tidak sekedar kerja proyek untuk dapat uang, tetapi kualitas pekerjaannya sangat diragukan dan tak punya umur manfaat yang panjang,”tohoknya keras.

Dia juga mengajak masyarakat Flotim untuk menyampaikan limpah terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas perhatiannya selama ini terhadap pembangunan berbagai infrastruktur jalan, jembatan dan bidang lainnya di Flotim.

“Kiranya, ke depan Flotim bisa mendapatkan kucuran dana pemerintah pusat melalui APBN yang semakin besar, guna memajukan Flotim yang lebih sehat, cerdas dan sejahtera dalam akselerasi menuju perubahan yang lebih baik,” ujarnya berharap.

Catatan kritis dan segar Stef Ola Demon ini sempat mendapat respons positip Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Flotim, Dominikus Demon,SH. Saat ditemui media beberapa waktu lalu terkait keluhan warga mengenai buruknya sejumlah hasil karya bidang jasa konstruksi, dan usulan agar perlu ada evaluasi serius terhadap kinerja kontraktor pelaksana bidang jasa konstruksi di Flotim.

Domi Demon, demikian sapaan akrab Kadis PUPR Flotim ini bahkan sempat menyampaikan akan mengundang pihak terkait seperti Lembaga Penjamin Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi NTT maupun Asosiasi yang bergerak di bidang jasa konstruksi untuk mengevaluasi kinerja para pelaku jasa konstruksi, termasuk melakukan sertifikasi keahlian dan ketrampilan.

“Ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku jasa konstruksi di Flotim, sekaligus memastikan agar kualitas pekerjaannya bermutu dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,”sambung Anggota DPRD Flotim, Abdul Wahab Saleh, dari Fraksi Partai NasDem, saat dikonfirmasi terpisah, Senin, (30/12/2019), malam.

Pasalnya, sebut Wahab Saleh, pihaknya menemukan beberapa kontraktor pelaksana di Flotim, yang tidak punya keahlian khusus di bidang jasa konstruksi tetapi menangani sejumlah paket pekerjaan fisik yang ujung-ujungnya terbengkelai dan tidak bermutu. (Robert Ola Bebe/ SFN/flotim)

To Top