Politika

Pemuda NTT Dukung Jokowi-Airlangga Pimpin Indonesia 2019-2023

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo berpose bersama pemuda-pemudi NTT ketika mengunjungi NTT. (Foto: Rimanenews.com)

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,–Barometer politik ibu kota negara Indonesia mulai panas menjelang Pilpres 2019. Nama Presiden Ir. Joko Widodo yang laris manis di puncak semua lembaga survey, membuat pemuda rakyat NTT makin optimis Jokowi kembali memimpin Indonesia 2019-2023.

“Kami yakin sekali, Jokowi akan kembali memimpin Indonesia. Oleh karena itu, kami mendukung penuh Jokowi dan siap bekerja penuh di daerah untuk memenangkan Jokowi,” tegas salah satu aktivis politik  dan simpatisan Merdeka 100 Persen (DERAP), NTT, Bonifasius Lerek ketika berbicara dengan Suaraflores.net, Kamis (3/4/2018) di Kupang.

Soal pasangan pendaping Jokowi, lanjut Boni, harus dari partai besar yang memiliki basis dukungan massa yang kuat di seluruh Indonesia. Selain dari partai besar, paling tidak tokoh tersebut mempunyai kemampuan daya ledak tinggi jika namanya dilepas ke publik.

“Salah satu tokoh politik yang kami cermati bisa dampingi Jokowi adalah Pak Airlangga Hartarto. Selain menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, dia juga adalah seorang Menteri Perdagangan dan Perindustrian. Jika Airlangga jadi cawapres Jokowi itu sangat bagus, dan berpeluang menang,” tutur Boni yang juga mantan caleg 2014 dari PDIP ini.

Baca juga: Ini Penjelasan Pemda Nagekeo Tidak Jemput Fransiska Enga

Provinsi NTT, tutur Boni, adalah salah satu basis kemenangan Jokowi saat Pilpres 2014. Oleh karena itu, ia yakin pada Pilpres 2019, Jokowi akan kembali menang telak di NTT karena sudah membuktikan janjinya membangun NTT.

“Kami yakin, Jokowi akan kembali menang besar di NTT yang mempunyai pemilih 4 juta lebih. Jokowi sudah membuktikan pemimpin pekerja keras yang tidak obral janji manis berbusa-busa. Jokowi sudah bangun NTT sejak ia menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan membangun kerja sama ternak sapi yang sekarang masih berjalan,” tohok Boni.

Selain itu,papar Boni, di era Jokowi ada sebanyak 7 bendungan di bangun di NTT dari daratan Timor hingga Pulau Flores. Ada pula pembangunan pos perbatasan Indonesia-Timor Leste, jalan-jalan negara yang mulus, pelabuhan laut dan bandara, sarana transportasi (tol laut) kian mantap. Selanjutnya, anggaran APBN dan Dana Desa juga terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Intinya, Jokowi sudah beri bukti bukan janji palsu. Saat ini, arus perdangan barang dan jasa semakin lancar baik antar pulau di NTT maupun dari NTT ke Jakarta, Surabaya, Sulawesi dan lain-lain. Untuk itu, kami mendukung penuh Jokowi untuk terus memimpin Indonesia demi melanjutkan program Nawa Citanya,” ujar pemilik salah satu situs media lokal di NTT ini.

Bangun Pabrik Garam Raksasa di NTT

Sementara itu, mantan aktivis Forum Studi dan Komunikasi Mahasiswa Flores (Formares) 98/99, Kornelius Moa Nita, menegaskan, di era Jokowi , NTT mendapat perhatian sangat besar dan paling banyak dikunjungi Jokowi dan Ibu Negara Iriana, karena isu kemiskinan yang sangat tinggi. Dia berharap, pada periode kedua, Jokowi jika duet dengan Airlangga atau siapa saja, harus membangun kedaulatan pangan di NTT.

“Sebagai aktivis dan pemuda NTT, saya minta Jokowi harus mewujudkan kedaulatan pangan agar rakyat NTT tidak lagi mendatangkan pangan dari luar, seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, buah-buahan dan sayuran juga garam,” harap aktivis Partai Buruh tahun 2004 ini.

Selain itu, dia juga berharap, pada periode kedua, Jokowi juga harus melakukan gebrakan besar di NTT dengan membangun pabrik garam raksasa di NTT.  Hal ini perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri-industri besar nasional yang dikeluhkan pemerintah saat ini.

“NTT memiliki ladang garam sangat luas yang belum dikelolah maksimal oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Ini potensi besar bagi negara yang harus dikelolah bagi kebutuhan negara dan pemeningkatan ekonomi rakyat NTT. Jika pabrik-pabrik garam dibangun maka puluhan ribu petani garam dan ribuan pemuda pemudi NTT akan mendapatkan peluang kerja,” ujar mantan aktivisi PMKRI Cabang Sikka dan mantan aktivis Front Nasional Persatuan Buruh Indonesia (FNPBI) Kabupaten Sikka ini.(SFN/o1)

 

To Top