Peristiwa

Penertiban Parkir di Maumere, Petugas Dishub Bentrok dengan Sopir AKDP

Suara Flores
Aksi Bentrok Para Sopir di Depan Monumen Tsunami Kota Maumere

SUARAFLORES.NET– Pada Rabu, 2 September 2019, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sikka melakukan penertiban parkir bus-bus Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) di sejumlah titik di Kota Maumere. Operasi penertiban ini berujung bentrok antara petugas Dishub dengan para sopir di depan Monumen Tsunami, Kota Maumere.

Operasi penertiban itu berlangsung pada Rabu Sore. Petugas menemui sejumlah sopir bus AKDP yang tengah memarkirkan bus di daerah terlarang, yakni depan Monumen Tsunami Kota Maumere.

Melihat kehadiran petugas, beberapa sopir bus AKDP kemudian pergi atau memindahkan bus dari lokasi. Beberapa bus lainnya tetap parkir di lokasi. Petugas kemudian melakukan penggembosan ban 2 bus yang parkir di area tersebut.

Tak terima aksi gembos ban oleh petugas dari Dishub, para sopir kemudian melakukan perlawanan. Mereka protes dan meminta petugas mencari kompresor untuk mengisi kembali angin pada ban bus yang sudah digembos.

Dalam aksi adu mulut, petugas menyampaikan bahwa area tersebut bukan tempat parkir. Dinas sudah memasang tanda larang.

“Operasi yang dilakukan staf Dishub itu saya yang perintah. Kita sudah berulangkali menyampaikan bahwa area tersebut bukan tempat parkir untuk bus. Kita pun sudah siapkan lokasi di dekat toko pasir mas. Kita minta teman-teman sopir sadar dan saling mengerti untuk hal ini,” ujarnya di Kantor Dishub, Kamis (3/9/2019).

Tak lama berselang, pihak Satlantas Polres Sikka terjun ke lokasi. Di sana pihak lantas memfasilitasi untuk menyelesaikan persoalan. Namun, para sopir yang ada di lokasi tidak terima atas penjelasan pihak kepolisian dan juga petugas. Mereka mengaku tidak sedang cari penumpang karena ada teman sopir yang meninggal dunia dan rumahnya tidak jauh dari lokasi.  

Melalui KBO Lantas Polres Sikka Iptu Jaelani dan Kadis Perhubungan Wihelmus Sirilus kemudian disepakati agar masalah tersebut diselesaikan di Kantor Lantas Polres Sikka. Kesempatan itu juga dihadiri pengusaha dari bus Manggis Jaya.

Dalam penyelesaian masalah tersebut, Kadis Perhubungan Wihelmus Sirilus kembali menegaskan keputusan rapat bersama beberapa waktu lalu. Bahwa telah disepakati bersama pengusaha angkutan agar tidak memarkirkan kendaraan di area Monumen Tsunami Maumere.

Baca juga: Dilantik Jadi Anggota DPR RI Periode Kedua, AHP Komitmen Bersama Rakyat

Baca juga: TK Dharma Wanita Nunpene Raih Nilai A Akreditasi Satuan PAUD dan PNF

Hal tersebut, lanjut Sirilus, diterima oleh para pengusaha angkutan untuk kembali mengingatkan sopir agar tidak parkir kendaraan di lokasi kejadian.

“Harapan pemerintah agar para sopir sadar dan tertib dengan tidak memarkirkan kendaraan di lokasi depan Taman Kota itu. Dinas sudah berulangkai ingatkan, diumumkan bahkan sudah pasang rambu larangan parkir walau rambu itu sempat hilang. Kita berterima kasih atas pengertian baik dari pengusaha dan para sopir,” ujar Sirilus.

Sirilus menambahkan, pemerintah melalui Dinas Perhubungan menyediakan lokasi parkir untuk bus AKDP di area toko Pasir Mas. Dan tempat itu sudah lama disediakan pemerintah.

“Di sana cukup luas. Ke depan pemerintah berupaya untuk menata lokasi parkir tersebut. Para penumpang yang membutuhkan bus dapat langsung ke lokasi,” harapnya.

Beberapa sopir saat di temui SuaraFlores.Net mengaku sangat kecewa atas aksi penggembosan ban bus yang parkir di lokasi kejadian. Menurut mereka, saat itu pihaknya dari Larantuka, Flores Timur dan baru tiba Maumere.

Para sopir mengaku bahwa saat itu pihaknya menghadiri pemakaman rekan sopir yang meninggal dan rumah duka tidak jauh dari lokasi.

“Waktu itu kami ada di tempat duka dan ada teman yang telepon. Kami tidak sedang cari penumpang. Kami parkir di situ karena ada teman kami meninggal, rumahnya di dekat situ,” ujar Yohanes Nong Renol sopir Bus Fortuna, Kamis (3/10/2019) siang di Maumere.

Sopir lain Alexius Marton mengatakan, peristiwa tersebut sudah berulangkali terjadi. Pemerintah pun terus berjanji akan menyiapkan lokasi yang layak.

“Kami tidak persoalkan lokasi pindah atau tidak. Mana-mana saja. Mau pindah di sini juga tidak apa-apa. Tentu pemerintah tahu fasilitas apa yang harus dilengkapi. Misalnya kamar kecil dan air. Karena kita tunggu penumpang di sini tentu butuh toilet. Begitu juga penumpang. Kan kita harus antri penumpang to. Intinya siap pindah dan buatlah lokasi parkir menjadi layak,” tandasnya di lokasi parkir toko pasir mas. (sfn02).

To Top