Edukasi

Pengurus Organda Baru Diharapkan “Tidak Loyo”

Suara Flores
Kadishub Kabupaten Manggarai, Martinus Aprilaturake, SH.

RUTENG, SUARAFLORES.NET — Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018-2023 sudah dibentuk.

Melalui Muscab di Kantor Bupati Manggarai yang dihadiri langsung oleh Ketua DPD Organda NTT, Feliks Pullu menunjuk Robert K. Foenay, SP sebagai pimpinan sidang pembentukan formatur baru. Berdasarkan hasil rapat peserta, Kamis (26/7/2018), Wihelmus Andi terpilih sebagai Ketua Organda Kabupaten Manggarai yang baru menggantikan Paulus Durman.

Setelah terakomodirnya lima anggota formatur yang membantu Ketua Terpilih, Marchel Th. Boss ditunjuk sebagai Sekretaris. Kelima formatur, Paul Habur, Pa Celly, Robert K. Foenay bersama Mus Andi kemudian menyusun struktur kepengurusan Organda.

Susunan kepengurusan Organda baru tersebut bahkan sudah diserahkan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai, Martinus Aprilaturake, SH. “Saya sudah menerima data kepengurusan Organda yang baru hasil Muscab,” ungkapnya, Rabu (1/8/2018) di ruang kerjanya.

Menurut Martinus bahwa pada prinsipnya Organda berperan sesuai dengan tupoksi yang menjadi mitra pemerintah bisa menjadi organisasi terdepan memperjuangkan hak dan kewajiban para pengusaha angkutan.

Sebagai mitra pemerintah, tambahnya, Organda harus mampu memulihkan keadaan dari situasi yang selama ini diam yang tidak memberikan perannya secara optimal, terkait tingkat kesadaran rendah dari pengusaha angkutan besar harapan yang baru harus lebih greget dan maksimal.

Dikatakannya, dalam perannya, pemerintah sebagai regulator saja sedangkan Organda harus bisa menjadi jembatan yang baik antara pengusaha dan pemerintah. Organda harus mampu memberi pencerdasan kepada pengusaha angkutan.

Kota yang tertib mesti dimainkan oleh Organda, itu dasar idealnya. Organda pun tidak hanya berdiskusi dengan pihak Dinas Perhubungan tetapi semua elemen lainnya termasuk Jasa Raharja.

Baca juga: Oknum Polisi Tinju Warga di Tenda Pesta Nikah

Soal uji kelayakan kendaraan (kir) peran dari Organda sangat besar. Kendaraan tersebut harus terus layak jalan, baik angkutan kota dalam propinsi, perkotaan dan perdesaan dan itu harus betul-betul diperhatikan oleh Organda yang baru.

“Saatnya Wihelmus Andi dan Chen Boss lakukan terobosan yang baru,” ungkapnya.

Organda, lanjut dia, jangan menjadi organisasi formalitas belaka setelah lembaga terbentuk,  tetapi harus betul-betul diaktualkan dengan bekerja secara baik.

Manakala Organda berprestasi, maka secara pasti pemerintah daerah akan terus memperhatikan. Tinggal saja, Pak Mus Andy harus memenunjukkan kualitas yang luar biasa.

 

Sumber Keuangan

Sumber keuangan Organda, ungkapnya, dengan cara mencari sendiri duitnya dengan melalui sumbangan wajib para pengusaha. Artinya, kata dia, tidak hanya mengharapkan APBD. APBD hanya stimulan saja.

Dia mencontohkan, tahun 2018 tidak ada anggaran untuk Organda karena tidak mempunyai peran, sedangkan tahun 2017 ada dananya sebesar 50.000.000 rupiah. Tahun 2019 akan coba membangun komunikasi dengan DPRD itupun manakala mereka berjalan sesuai apa yang diharapkan.

Anggaran perubahan 2018 akan diperjuangkan jika Organda bekerja dengan maksimal dan paling tidak menunjukkan kemampuan mereka untuk melaksanakan program-program kegiatan. Tentu, dananya nanti akan diupayakan jika dan hanya jika Organda menunjukkan taringnya ke publik. (melky).

To Top