Kesehatan

Perbesar Kemaluan Pakai Minyak Lintah, Banyak Pelajar dan Mahasiswa Kota Kupang Dibedah

Suara Flores
Ketua IDI Cabang Kupang, dr. Stef de Soka

SUARAFLORES.NET-Fakta mengungkap bahwa banyak pria merasa tak puas dengan ukuran kemaluan alias Mr. P yang diciptakan Tuhan. Bukan hanya pria yang sudah menikah tapi kalangan remaja, pelajar dan mahasiswa terlibat dalam praktek ini. Praktek secara tradisional ini dilakukan menggunakan minyak lintah dan minyak rambut. Akibatnya, banyak kaum remaja, pelajar dan mahasiswa Kota Kupang harus bertarung hidup di meja operasi untuk mendapatkan proses penyembuhan secara medis.   

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang, NTT, dr. Stef de Soka kepada Suara Flores (28/11/2017). Dokter Stef mengatakan tindakan memperbesar kemaluan ini pada umumnya dilakukan dengan cara suntik secara bersama-sama. Antara 4 sampai 5 orang dalam waktu yang bersamaan. Berdasarkan pengakuan pasien, umumnya tindakan ini didorong oleh kemauan untuk memuaskan pasangan di ranjang. Fakta ini direkam pihak medis Kota Kupang setelah banyak pria muda datang berobat dan menceritakan permasalahan yang tengah dihadapi setelah menyuntik minyak linta dan minyak rita ke dalam bagian Mr.P.

Dia mengatakan sebagian besar penyuntikan dilakukan remaja berumur 17-20 tahun. Mereka melakukan atas bujukan teman-teman, bukan karena masalah minder akan ukuran Mr.P. Penyuntikan dilakukan bukan karena tujuan pengobatan tetapi oleh karena bujukan teman-teman.

“Proses penyuntikan memang rata-rata terjadi di usia saat mereka lulus SMA atau hendak kuliah. Setelah suntik, Mr.P mengalami luka-luka, infeksi, bengkak dan tidak dapat berfungsi secara normal. Untuk daerah Kupang banyak yang pakai minyak lintah, namun ada juga yang pakai minya rita (minyak rambut). Rata-rata mereka datang di tempat pengobatan swasta, namun banyak juga berakhir di meja operasi. Mereka mengaku proses penyuntikan dilakukan beramai-ramai, 4-5 orang” ungkapnya kepada Suara Flores.

Baca: Perbesar Mr.P Didukun, 2 Pria Dilarikn ke Denpasar

Dokter Stef menambahkan bahwa penanganan medis bagi pasien dari praktek ini dilakukan banyak cara. Selain pengobatan biasa secara medis, langkah penyembuhan sampai meja operasi. “Rata-rata berakhir di meja operasi, selain pengobatan untuk mengatasi infeksi akibat cairan asing yang dimasukan pada kemaluan” tandasnya.

Dia menjelaskan, langkah penyembuhan melalui operasi ini cukup sulit dengan risiko komplikasi yang cukup serius disertai biaya yang relatif mahal. Biasanya tindakan operasi ini tidak diakomodir oleh pihak asuransi apapun termasuk BPJS Kesehatan.

“Dua tahun terakhir saya sendiri menangani kurang lebih 10 kasus. Tahun-tahun sebelumnya malah lebih banyak. Saya tidak hitung tapi cukup banyak. Beberapa kasus, mereka memilih pasrah karena terkendala biaya. Entah penangananya seperti apa, kita tidak pantau lagi. Tentu sangat sulit pengobatannya” ungkap salah satu dokter spesialis beda di Kota Kupang ini.

Sebelumnya, diberitakan bahwa kurang lebih 10 pria di Flores, Kabupaten Sikka,  memperbesar Mr.P menggunakan minyak goreng dan minyak rambut. Bagai kalangan medis, memperbesar penis alias Mr. P untuk memuaskan pasangan adalah mitos. Tindakan ini dilakukan melalui tangan dukun di Kabupaten Sikka dan di luar Sikka. Minyak Bimoli dan minyak rita (minyak rambut,red) menjadi media perangsang untuk memperbesar Mr.P dalam praktek ini.

Fakta ini terbongkar, terang dr.Assep Purnama, S.Pd, setelah ia didatangi banyak pria yang tak puas dengan ukuran kemaluannya. Entah atas kemaun sendiri atau kesepakatan bersama pasangan, para pria yang “menyulap” kemaluannya untuk lebih besar dan kuat terpaksa harus mendatangi ahli beda di Kabupaten Sikka.

Baca: Banyak Pria di Flores, Perbesar Kemaluan Pakai Minyak Goreng dan Minyak Rambut

Setelah disuntik oleh sang dukun menggunakan minyak-minyak tersebut, sejumlah pria harus menjadi pasien karena kemaluan mereka mengalami infeksi, bengkak dan tidak dapat berfungsi (berereksi,red) untuk melakukan hubungan badan.

“Saya mohon maaf. Saya sebenarnya tidak menyampaikan hal ini kepada media. Saya sangat prihatin dan marah karena kalau dibiarkan maka semakin banyak kaum pria menjadi korban dari praktek mitos ini. Bagi saya memperbesar kemaluan untuk memuaskan pasangan adalah mitos. Bisa ya kita masih percaya mitos. Ini fatal. Mr. P tidak dapat berfungsi dan harus menyesal seumur hidup. Saya berharap kaum pria yang lain tidak mengikuti tindakan yang menyesatkan ini,” ungkap Mantan Direktur R.S T.C Hillers ini kepada Suara Flores, Senin (14/11/2017).

Dia menekankan agar para pria lebih berhati-hati dengan pengobatan alternatif yang tidak jelas kompetensinya. Setiap petugas kesehatan saat ini memiliki standar kompetensi dan ijin resmi. Bahwa memperbesar besar kemaluan untuk memuaskan pasangan adalah mitos. Konsultasi harus dilakukan ke dokter yang berijin resmi jika akan melakukan tindakan medis.

Dia menegaskan bahwa masalah kesehatan tidak boleh coba-coba dengan pengobatan atau metode yang belum jelas. Beberapa tindakan yang salah, bahkan tidak bisa diperbaiki, sehingga menimbulkan kecacatan seumur hidup. Seperti pada kasus yang terjadi saat ini, beberapa orang mengalami kecacatan seumur hidup. (sfn02).

To Top