Infrastruktur

Percantik Wajah Kota, Walikota Jerico Bangun Taman, Buka Ruang Publik Berekspresi Gembira

Taman Adipura, Kota Kupang tampak seang dikerjakan oleh para pekerja taman.

KUPANG, SUARAFLORES.NET,-Kota Kupang adalah rumah besar tempat menghuni dan kebanggaan seluruh warga NTT. Kota kecil yang terletak di atas fondasi batu karang cadas bukit-bukit kokoh depan Teluk Kupang  ini  dihuni kurang lebih 500 ribu  warga dari penjuru Flobamora. Tak sedikit para pendatang dari penjuru muka bumi Indonesia bekerja bahkan menetap di Kota Kupang. Kota Kupang yang juga dijuluki ‘Taman Mini Indonesia’ karena hampir seluruh suku dan agama hidup berdampingan dalam damai sambil mengais rejeki di Kota Karang yang ditancapkan “Gong Perdamaian” pada Hari Pers Nasional  (HPN)  oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) persis di jantung kota, Taman Nostalgia yang  rimbun dengan pepohonan berbunga-bunga Flamboyan merah merona.

Sejak lama, Kota Kupang menikmati dan mengalami sejumlah masalah pelik dari tahun ke tahun dari masa ke masa. Ada masalah sampah yang sangat sulit diatasi, ada masalah air minum warga, masalah infrastruktur kota yang tidak tertata rapi, pemukiman atau perumahan warga, dan minimnya ruang-ruang publik atau taman-taman terbuka sebagai ruang publik berekespresi  yang dilengkapi dengan penerangan listrik dan spek orang bersenda –gurau.. Berbagai masalah itu membuat Kota Kupang terlihat kumuh karena tidak tertatah rapi seperti kota-kota indah lainnya di belahan bumi Indonesia. Padahal, letak geografis Kota Kupang di atas bukit karang yang diapit lautan biru sangat indah bila ditata.

Melihat buram dan suramnya wajah Kota Kupang selama beberapa dekade terakhir,  Walikota Kupang, Dr. Jeffry Riwu Kore, MM, yang dipilih oleh mayoritas warga Kota Kupang dan dilantik pada tahun 2018 lalu bersama wakilnya Dokter Hermanus Man, mulai bergerak cepat menata wajah Kota Kupang agar cantik, indah, menawan aman dan menyenangkan bagi setiap orang yang datang ke Kota Kupang. Sebagai seorang  politisi yang berpengalaman  pengusaha di Jakarta yang telah mengelilingi kota-kota indah di Indonesia dan berbagai belahan dunia, Jeffry Riwu Kore atau Jerico mulai membangun atau mendesain ulang tugu-tugu kota, taman-taman kota dengan menanam pohon dan bunga-bunga, menancapkan tiang-tiang listrik, tempat-tempat sampah, membangun drainase,trotoar dan tempat-tempat bagi publik kota berekspresi.

Memasuki Kota Kupang saat ini, ketika keluar dari bandara El Tari, Anda akan melihat monuman atau tugu ADI PURA di pertigaan jalan telah dibangun baru dengan tampilan yang lebih unik dan menarik. Lalu terus melangkah ke Bundaran Undana di bagian tengah perempatan jalan raya, tampak berdiri patung-patung putih memegang burung merpati bertuliskan” UISNENO NOKAN KIT” (Tuhan Memberkati Kita). Tampak pohon-pohon yang mulai makin hijau dan bunga-bunga berada di bawa sorotan lampu-lampu indah yang terang –benderang dan indah di malam hari.

Patung-patung putih indah di Taman BUndaran Undana Kota Kupang.

Belok kiri menuju Gapura Kota Kupang, di sepanjang jalan tampak ada pembangunan drainae dan trotoar yang dilakukan oleh para pekerja (kontraktor). Mereka sedang menggali tanah dan menurunkan material untuk pembangunan parit. Setelah melewati jembatan Liliba, satu-satunya Jembatan besar yang dibangun oleh Kementerian PU di Kota Kupang, Anda akan melihat monumen Tirosa dimana ada tiga patung tinggi besar  menjulang dengan memegang anakan pohon. Taman itu dahulu dipenuhi hutan cemara yang tinggi menjulang lebat dan gelap di malam hari. Namun kini, pohon-pohon cemara itu telah ditebang  dan diganti dengan tanaman pohon-pohon cendana yang adalah simbol kekayaan alam ciri khas NTT.

Ruang terlihat tampak apik  terang benderang terbuka tanpa hambatan ketika berlalulintas.  Yang unik, dibagian dasar tempat berdirinya tiga patung terebut diberi motif tenun ikat NTT yang berwana-warni. Panorama yang baru, tampak lampu-lampu warna-warni menjadi penerang yang indah di malam hari kian menyulap taman yang disebut juga Bundaran PU itu bersinar terang. Selain itu, ada pula bangunan taman dengan pohon-pohon yang baru ditanam, ada tempat duduk bagi warga bersantai di depan Hypermart, di sebelah timur dan di bagian bawa ruas jalan. Mengelilingi bundaran ternama di depan Kantor PLN NTT itu, juga berdiri tiang-tiang listrik dengan lampu-lampu yang siap diterangi.  

Sebagaimana disaksikan penulis media ini,  pada malam hari, tampak begitu banyak anak-anak muda memadati taman untuk bersenda-gurau dan bersantai, ada yang asyik ngobrol, ada yang bermain gitar sambil menyanyi sambil menikmati kopi, teh, susu, dan gorengan yang dijual para pedagang. Tampak pula para pengemudi Grap berbaju hijau yang nongkrong di sekitar taman yang baru dibangun Jerico itu sedang ngopi menunggu pesanan online para penumpang.  Wajah-wajah mereka terlihat gembira menikmati panorama indah taman Tirosa karena memberikan inspirasi dan suasana baru yang aman dan tenang meskipun harus hati-hati dengan lalu-lalang kendaraan yang ramai karena belum ada traffic light. Tidak ketinggalan, untuk menjaga kebersihan, di semua sisi Taman Tirosa disiapkan tempat sampah.

Selanjutnya, bila terus berjalan ke arah Pulau Indah (belok kanan), di sisi kiri jalan kini sudah dibangun trotar tempat yang aman bagi para pejalan kaki. Trotoar tersebut dibangun disepanjang jalan hingga belok kiri ditanjakan Pulau Indah. Trotoar yang diberi warna-warni itu terus dibangun sepanjang jalan melewati hotel Sasando, Perumahan DPRD NTT, hotel Ina Boi, rumah Jabatan Bupati Kupang hingga ujung jalan. Sebelum  memasuki Kantor Camat Kelapa Lima, ada sebuah taman ruang terbuka yang tampak sedang dikerjakan oleh para seniman penata taman. Di dalam taman itu ada bangunan tempat duduk, dan pohon-pohon yang sudah mulai hijau. Letaknya yang strategis kini sudah mulai dinikmati warga kota di malam hari karena dilengkapi dengan tempat sampah.

Tugu lampu warna-wani di perempatan Kantor Camat Kelapa Lima.

Setelah itu, bila berjalan terus hingga perempatan kantor camat, ada sebuah tugu berlampu warna-warni berdiri tegak dengan pancaran sinar yang indah harmonis.  Setelah itu, Anda juga akan menikmati warna-warninya lampu kota di sisi kiri dan kanan jalan di depan Hotel Ina Boi.  Inilah sekilas wajah kota, yang baru mulai dibangun oleh Sang Walikota Jerico. Masih ada taman-taman lainnya yang sedang dan akan dibangun ke depan untuk terus mempercantik wajah Kota Kupang agar tidak terlihat, kumuh, seram dan garang di malam hari.

Walikota Jerico saat berdiskusi santai dengan SUARAFLORES.NET di rumah sederhananya, bertutur menggambarkan penuh semangat niatannya membangun dan menata ruang publik dengan taman-taman yang indah. Bagi pengusaha sukses berdarah Sabu ini, Kota Kupang dari sisi geografis sangat indah untuk dibentuk menjadi kota yang indah, ramah, nan anggun yang aman dan nyaman bagi setiap orang yang datang. Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan mulai membangun taman-taman kota, lampu-lampu listrik, ruang-ruang terbuka bagi warga untuk bersantai. Gebrakan ini, kata dia, harus dilakukan karena kota Kupang yang adalah jantung ibu kota Provinsi NTT tidak boleh terlihat kumuh dan tidak nyaman bagi setiap orang yang datang.   

“Kita baru mulai dengan membangun taman-taman, lampu-lampu litrik,  dan ruang-ruang terbuka bagi warga yang dilengkapi dengan pohon-pohon, bunga-bunga, dan tempat sampah dan tempat parkir bagi para pengendara yang ingin santai melepas lelah. Setelah selesai, kita akan bangun lagi di beberapa tempat strategis agar kota ini terlihat asri dan makin indah. Saya berharap, apa yang sudah kita bangun dan menjadi milik bersama warga kota, harus dijaga dan dirawat. Pohon dan bunga-bunga tidak boleh dicabut, tempat sampah jangan dirusak dan bola lampu listrik tidak dirusak pula. Mari kita sama-sama menjaga dan menikmatinya untuk kepentingan kita bersama-sama agar kota kita tidak tertinggal jauh dengan kota-kota lainnya di Indonesia,” ungkap tulus Walikota Jerico.

Dari mana Walikota Jerico berinspirasi membangun taman dan ruang-ruang publik? Dalam obrolan kurang lebih dua jam di ruang tamu rumahnya, Walikota Jerico, mengungkapkan, setelah lama melihat keindahan berbagai kota di Indonesia, dirinya merasa terganggu ketika melihat  kondisi kota Kupang  yang terlihat suram di malam hari dengan minimnya penerangan listrik dan taman-taman indah yang terbuka bagi warga. Padahal, Kota Kupang punya potensi untuk ditata menjadi kota yang sama bahkan lebih indah dengan kota-kota lain karena memiliki kondisi alam yang natural.

“Awalnya memang terasa berat karena minimnya anggaran. Namun kita tidak boleh putus asah. Selain mendapat dukungan dari DPR. Saya berani meminta dukungan dana dari pihak-pihak pengusaha agar memberikan atau membantu dengan dana CSR agar kita bisa membangun taman-taman kota. Jika kita tidak berani memulai maka kita pasti akan tetap begini. Kita harus mulai meski ada keterbatasan. Paling tidak wajah kota Kupang lebih asri dan menarik bagi siapapun. Ini juga salah satu cara untuk mendukung program pariwisata yang sedang digalakan saat ini. Dengan tampilan kota yang asri dan indah, pasti lebih banyak para wisatawan datang ke Kota Kupang karena letaknya yang sangat strategis,” ungkap Walikota Jerico  yang mengenakan celana panjang hitam dan baju jas sarung bermotif  Sabu.

Satu Orang Satu Pohon dan Adakan Mobil Sapu Jalan

Walikota Jerico saat melaunching Gerakan Kupang Hijau (GKH) di Kota Kupang. (dok/bony)

Untuk menciptakan Kota Kupang yang hijau alami rimbun dengan pepohonan, Walikota Jerico, mulai melakukan penanamn pohon menjelang musim hujan saat ini. Dia mengajak seluruh warga kota beramai-ramai menanam pohon apa saja di halaman rumah, lahan dan ruang-ruang terbuka lainnya. Dia meminta satu orang menanam satu pohon merawat dan  menyiramnya hingga tumbuh menjadi besar. Untuk itu, Walikota Jerico  membangun kerja sama dengan para tokoh agama dari semua agama untuk mengajak dan mewajibkan umatnya mulai menanam pohon.

“Saya ajak semua warga ayo kita mulai tanam pohon. Saya pergi bertemu para pendeta, para pastor dan juga tokoh agama Islam, Budha dan Hindu agar mengajak semua umat ramai-ramai tanam pohon untuk menghijaukan kota kupang  menjaga atau menyerap air, dan kesegaran udara kota Kupang, demi keberlanjutan hidup seluruh warga kota hingga anak cucu akan datang. Jika satu orang satu pohon, maka ada ratusan ribu pohon yang ditanam oleh warga. Pasti kota kita akan makin hijau,” kata Walikota Jerico optimis.

Selain melakukan penanaman pohon, Walikota Jerico juga kini telah menyiapkan mobil-mobil sampah yang bertugas untuk mengangkut sampah-sampah warga. Sementara ini, ia  juga menyiapkan dua unit mobil penyapu jalan yang bertugas membersihkan sampah-sampah di sepanjang jalan dengan menyebot ke dalam mobil canggih tersebut. Mobil dengan teknologi modern itu ia adakan untuk membantu menjaga kebersihan jalan agar terlihat bersih. Mobil yang telah ia launching beberapa waktu lalu itu, kini telah mulai beroperasi.  Selain mobil, juga disiapkan atau dibangun tempat-tempat sampah di setiap ruang-ruang publik, di kantor-kantor dan di sekitar perumahan warga, agar sampah dapat dibuang pada tempatnya. Sampah-sampah tersebut kemudian akan diangkut menuju TPA di Alak. Walikota Jerico, mengatakan, ia terus menerus mengajak seluruh warga Kota Kupang, agar menjaga kebersihan kota dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kota Kupang ini miliki kita semua. Mari kita bersama-sama mulai tanam pohon. Satu orang satu pohon itu tidak susah. Setelah tanam kita harus jaga dan rawat hingga besar. Kita juga harus mulai sadar untuk menjaga kebersihan kota dengan tidak membuang sampah disembarang tempat. Buanglah sampah pada tempat yang sudah disipakan, dan jagalah tempat-tempat sampah yang ada jangan sampai dirusak. Kita harus mulaikan budaya hidup bersih dari rumah, lingkungan sekitar, perkantoran, tempat ibadah, dan di ruang-ruang terbuka  serta taman-taman yang sudah kita bangun,” pinta Jerico.

Walikota Jerico, melalui Gerakan Kupang Hijau (GKH) dalam berbagai baliho dan reklame yang dipajang di sudut dan tengah kota, mengajak dan gencar menghimbau agar warga Kota Kupang Tanam Pohon,  Tanam Anakan Pohon, Tanam Air & Hemat Air, Kurangi Sampah Plastik. Dia mengajak seluruh warga mendukung dan terus mengkampanyekan gerakan besar ini.

Kota Kupang tampak bersih nan asri di siang hari.

Terhadap gebrakan Walikota Jerico, banyak warga Kota Kupang memberikan apresiasi yang tinggi. Menurut mereka gebrakan yang dilakukan Jerico sudah sangat baik untuk mempercantik wajah kota. Mereka mengaku, saat ini kota Kupang terlihat beda dari waktu sebelumnya. “Kita beri apresiasi untuk Bapak Walikota jerico. Ia sudah mulai menata kota ini dan wajib kita dukung penuh untuk kepentingan kita bersama. Ini sebuah gebrakan baru di awal masa kepemimpinan beliau yang harus terus dilanjutkan hingga tuntas,” ujar tukang ojek online (Gojek) yang mengantar media ini dalam perjalanan dari Kawasan Desa Mekon, Matani, Kecamatan Penfui Timur  (yang akan masuk menjadi wilayah Kota Kupang) ke rumah kediaman Walikota Jerico.

Arstek ternama di Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Don Ara Kian, MT, IAI, dalam percakapan dengan media ini, beberapa waktu lalu di Kupang, banyak menyoroti soal minimnya ruang-ruang publik di Kota Kupang karena banyak ruang hijau telah habis dipakai, seperti kawasan pantai yang kini telah banyak didirikan hotel-hotel yang menutup ruang santai bagi publik. Padahal, kata dia ruang-ruang tersebut sesuai Perda tata ruang Kota Kupang adalah ruang terbuka.

Menyikapi apa yang sedang dilakukan oleh Walikota Jerico saat ini, Mantan Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kupang yang telah berpengalaman luas dalam mengarsiteki berbagai pembangunan gedung di NTT  juga memberikan apresiasi dan mendukung penuh Walikota yang telah mulai menata wajah Kota Kupang. Dia berharap, gebrakan yang dilakukan Jerico terus dilakukan, agar sebuah kota ada wajah kotanya.  (Korneliusmoanita/Sfn)   

To Top