Hiburan & Sport

Perisai Diri adalah Roti Bagi Sesama, Berbahagialah dan Teruslah Berprestasi

Suara Flores
Pater Hendrik, SVD

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Keluarga Silat Perisai Diri (PD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-44 yang jatuh pada tanggal 10 Januari 2020. Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas seluruh proses perjuangan yang telah dilalui, pihak pengurus menggelar misa syukur. Misa syukur yang berlangsung di Aula LK3i Maumere ini dipimpin oleh Pater Hendrik Maku, SVD yang juga salah satu anggota Perisai Diri asal Kabupaten Sikka Unit Ledalero.

Acara ini dihadiri Koordinator PD Bali, Pendekar Dr. Putu Ngurah Suyatna Yase, SE, M.Si, Ketua Umum PD NTT Pendekar Muda Melkias Rumlaklak, SIP, Ketua Umum PD  Kabupaten Sikka Imanuel Mabikafola, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Anggota DPRD Sikka Wenseslaus Wege, peraih medali perak Sea Games Filipina 2019 Jenny Elvis Kause dan para pelatih Perisai Diri se Kabupaten Sikka serta undangan yang hadir.

Dalam khotbahnya, Pater Hendrik mengatakan bahwa Cabang Olahraga Bela Diri Silat Perisai Diri sesungguhnya telah memperlihatkan kepada dunia tentang urgensitas tentang sebuah persekutuan sejati. Cabang olahraga ini telah membuktikan bahwa sebagai persekutuan sejati, dia telah membentuk semua anggotanya untuk pertama-tama menjadi pribadi yang otentik dan tulus.

PD telah menjadikan setiap anggota sebagai pribadi yang sungguh mencintai kebersamaan. Sebagai pribadi yang bisa bersimpati dan berempati terhadap sesama. Dan juga membentuk seluruh anggotanya untuk selalu menaruh belas kasihannya terhadap sesama.

“Hanya dengan beberapa kebajikan inilah, cabang olahraga Silat Perisai Diri dan segenap anggotanya menjadi roti diri bagi yang lainya,” ujar Pater Hendrik Maku, SVD dalam khotbah misa perayaan HUT Perisai Diri NTT yang 44 yang dipadukan dengan Pelantikan Pengurus Perisai Diri NTT dan Kabupaten Sikka serta Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama (10/1/2019).

Baca juga: Admin Siskeudes DPMD Ende Diduga Lakukan Pungli

Baca juga: Jokowi Beri Penghargaan 300 Juta untuk Peraih Perak Sea Games Asal NTT

Lebih dari itu, Hendrik Maku mengatakan bahwa PD merupakan organisasi seni bela diri yang bersifat kekeluargaan dan kegotong royongan. PD bukan organisasi politik atau ormas, dan tidak bernaung pada suatu golongan terntentu. Baik organisasi kemasyarakatan ataupun partai politik tertentu.

Kebersamaan dalam cabang olahraga ini, bukan kebersamaan yang dangkal tanpa tujuan. Kebersamaan ini memiliki tujuan melestarikan dan mengembangan ilmu silat yang didirikan oleh para pendahulu. Organisasi ini turut serta membentuk semua anggota menuju manusia pancasilais sejati, sehat, jasmani dan rohani. Dan juga turut serta mewujudkan sumber daya manusia yang mempunya kompetensi, serta mengembangkan persatuan dan kesatuan Indonesia serta persahabatan dunia.

“Dalam sebuah persekutuan yang sejati, orang-orang mengalami simpati. Simpati bukanlah memberi nasihat atau menawarkan bantun cepat yang hanya bersifat basa-basi. Simpati artinya turut merasakan penderitaan orang lain. Orang-orang yang selalu berkata bahwa saya memahami apa yang sedang anda alami dan anda rasakan. Karena itulah, rasa mengasihani diri sendiri, mengeringkan simpati kita bagi orang lain,” ujarnya.

Dia berharap pengurus PD di NTT dan Kabupaten Sikka serta seluruh anggotanya bisa menjadi berkat bagi dunia dan menjadi rahmat bagi alam semesta.

“Saya berharap agar seluruh pengurus dan anggota untuk terus membagi kebaikan dengan tidak mengukit-ungkit masa lalu. Bahwa kita semua pernah jatuh dalam lumpur dunia dan kembali disucikan melalui air kerahiman-Nya. Karena Allah telah lebih dahulu berbelaskasihan kepada kita. Bersatulah untuk maju, teruslah ukir prestasi. Masa lalu ada kekuatan untuk meraih masa depan dengan penuh keharmonisan. Berbahagialah dan teruslah berprestasi,” tandasnya. (sfn02).

To Top