Edukasi

Pesawat Yussi Air Terbakar, 6 Tewas, Puluhan Luka-luka

Para Penumpang Berupaya Saat Pesawat Mendarat Secara Paksa di Bandar Udara Wunopito, Kamis (13/9/2018) pagi.

LEWOLEBA,SUARAFLORES.NET -Penerbangan Perdana Pesawat Yussi Air ATR 42 Seri 500 PK YPB dari Bandar Udara Eltari Kupang menuju Bandar Udara Wunopito, Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT berujung duka. Pesawat tersebut terbakar saat mendarat secara paksa di Bandara Wunopito, Kamis (13/9/2018) pagi. 

Akibatnya, enam dari lima puluh penumpang yang ada dalam pesawat meninggal dunia, lima belas penumpang mengalami luka berat dan sepuluh luka ringan.

Disaksikan SuaraFlores.Net, (13/9) pesawat Yussi Air tersebut mendarat diujung landasan dua kosong atau dibagian timur Bandar Udara Wonopito, Lewoleba. Kondisi pesawat sebelah kanan dilahap si jago merah membuat para penumpang panik dan takut.

Setelah dievakuasi dari pesawat, para korban mendapat pertolongan medis dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Lewoleba oleh petugas medis dibantu Polisi, Anggota TNI, Pol PP dan pihak bandara.

Kepala Bandar Udara Wonopito, Lewoleba, Wisma Florianus menjelaskan bahwa pesawat yang diterbangkan oleh pilot asal Lewoleba tersebut mengalami gangguan teknis saat hendak mendarat di Bandar Udara Wonopito.

Suara Flores

Roda pesawat sebelah kanan tak bekerja dengan baik. Saat mendarat secara paksa, pesawat mengalami guncangan yang sangat keras. Bodi pesawat menyentuh landasan pacu dan terbakar.

Sebelumnya, komunikasi berlangsung intens antara pilot dengan pihak Bandara. Sebelum landing, sejumlah pihak seperti pemadam kebakaran, petugas kesehatan, Kepolisian, Pol PP dan pihak TNI standby di lokasi.

“Ini merupakan Simulasi Penanganan Kecelakaan Pesawat saat hendak landing di Bandara. Langkah ini dilakukan untuk menambah pengetahuan bagi para penumpang saat menghadapi kondisi seperti ini, saat pesawat hendak mendarat tetap mengikuti petunjuk pihak pramugari. Semua pihak harus sigap untuk mengatasi masalah” ujar Wisma Florianus kepada Wartawan saat menggelar Konferensi Pers di Bandara Wunopito, (13/9) siang.

Kegiatan Simulasi yang berlangsung kurang lebih 45 menit tersebut berjalan lancar dan aman. Senjumlah pihak yang hadir menaruh bangga atas upaya Pimpinan Bandara Wunopito dalam upaya memberikan pengetahuan kepada para penumpang.

Adapun peserta Simulasi yang berperan sebagai Pilot, Kopilot, Penumpang dan Airpot Teknikal adalah Siswa/i SMA Negeri Satu Nubatukan, Lewoleba.

Pantauan SuaraFlores.Net, sebelum kegiatan Simulasi, pihak bandara menggelar Apel Persiapan Simulasi yang dihadiri Direktur Keamanan Penerbangan, Dinas Kesehatan Lembata, Tiga dokter dari Rumah Sakit Lewoleba, Kepolisian Resort Lembata, Satuan Polisi Polisi Pamong Praja dan pihak TNI Lembata. (red/sfn04).

To Top