Ekbis

Petani di Desa Bidoa Mulai Panen Padi Sawah

Petani Nagekeo tampak tersenyum ceria ketika memetik padi sawah. (*)
Para petani sedang memanen padi sawah.

MBAY, SUARAFLORES.NET,- Para petani di Desa Bidoa, Kabupaten Nagekeo, saat ini mulai panen padi sawah. Sawah yang sebagian tadah hujan dan sebagiannya dialiri dengan irigasi memanfaatkan air di kali itu tersebar di sejumlah lokasi, yakni di Gupie, Pau Jawa, Paumogo dan sejumlah lokasi lainnya. Warga setempat melakukannya secara bergotong-royong. 

Pantauan media ini, warga memanen padi masih menggunakan cara manual yakni menggunakan pisau atau sabit saat memotong padi. Selanjutnya, padi diisi di dalam tempat yang dalam bahasa lokal setempat disebut dengan “Sobha”. Setiap sobha yang telah terisi dengan padi lalu dipikul menuju pondok yang terdapat mesin rontok padi. Namun, penggunaan mesin rontok padi ini masih hanya digunakan oleh sebagian orang karena sejumlah petani lainnya masih dengan cara tradisional yakni menginjak padi agar bulir padi terlepas dari batangnya yang dalam Bahasa Ndora disebut dengan ‘Ke’u Pae.” Biasanya saat Ke’u Pae ini, warga melantunkan lagu-lagu atau pantun sekedar untuk menyemangati suasana kerja. 

Sebagaimana diketahui lokasi persawahan rata-rata berjarak 10 Km hingga belasan kilo meter dari Aegela. Warga Desa Bidoa selain mengusahakan padi sawah juga menanam padi ladang. Warga setempat berharap ada teknologi baru yang bisa menggantikan tenaga manusia seperti pada saat menanam padi dan memanen padi. Selain itu, para petani menaruh harap kepada pemerintah daerah agar bisa membangun bendungan dengan kapasitas daya tampung air yang lebih besar agar bisa mengairi sawah-sawahnya.  

Stefanus Dao, warga Aegela yang ditemui di Gupie, mengemukakan pihaknya sangat bergantung pada sawah dan ladang. Untuk mendukung petani mengerjakan sawah, pihaknya sangat berharap pemerintah bisa membangun bedungan irigasi berukuran besar di wilayah Gupie, Paujawa dan Paumogo serta dukungan peralatan lainnya. (sFN-01)

To Top