Hukum

Petrus Selestinus: KPK tangkap Nyoman Dharmanta bisa delegitimasi keputusan Kongres PDIP

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,–Gerak cepat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kader Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDIP), Nyoman Dharmanta, Anggota DPR RI menjelang pembukaan kongres PDIP diapresiasi Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, SH.

Ditegaskan Petrus Selestinus, KPK telah melakukan penindakan korupsi langsung pada bagian hulu dari kejahatan korupsi. KPK melakukan OTT terhadap Kader PDIP, Nyoman Dharmanta, yang menduduki jabatan strategis terlebih-lebih menjelang kongres PDIP berlangsung, mengingatkan publik akan sukses OTT KPK pada Kongres PDIP 5 (lima) tahun lalu dimana KPK berhasil meng-OTT kader PDIP yang adalah anggota DPR RI di arena Kongres PDIP pada 2014 yang lalu.

“Ini sungguh memalukan dan.menjadi stigma buruk, terutama buat PDIP karena dua kali berturut-turut kader PDIP menyalahgunakan kedudukan dan fungsinya untuk memperkaya diri dengan cara mendagangkan pengaruhnya untuk menerima suap,”tegas Selestinus kepada media di Jakarta, Kamis (08/8/2019).

“OTT KPK dua kali secara berturut-turut terhadap kader PDIP saat pembukaan kongres, membuktikan bahwa menjelang kongres PDIP sejumlah kader memanfaat momentum Kongres, mendagangkan pengaruhnya untuk dan atas nama Kongres PDIP demi memperkaya diri dengan cara menerima gratifikasi,” ungkapnya lagi.

Menurut Selestinus, Nyoman Dharmanta adalah salah satu kader PDIP yang masuk kualifikasi kader benalu karena menjadikan PDIP semata-mata.lahan untuk mencari makan atas nama PDIP. Oleh karena itu, Kongres PDIP kali ini harus menjadi momentum untuk melahirkan komitmen memperkuat posisi KPK memberantas dan mencegah korupsi.

“Fakta integritas yang dibuat PDIP terhadap kader-kader partai sudah tidak mempan dan tidak berhasil melahirkan kader yang betul-betul menjalankan fungsi representasi rakyat demi membela rakyat,” tohoknya.

PDIP, kata Selestinus, telah mengumumkan bahwa biaya kongres PDIP menghabiskan ratusan miliar hanya untuk mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP, sementara dalam waktu yang bersamaan terjadi OTT KPK terhadap kader PDIP, Nyoman Dharmanta, Anggota DPR RI Fraksi PDIP dengan barang bukti miliaran rupiah, apakah uang ini untuk membayai kongres PDIP sebagai kontribusi kader Partai di DPR RI untuk mensukseskan kongres.

“Perisitiwa OTT KPK terhadap kader PDIP menjelang Kongres PDIP dibuka, bisa mendelegitimasi segala keputusan Kongres PDIP. Oleh karena itu, DPP PDIP harus mengklarifikasi seluruh sumber keuangan ratusan miliar untuk biaya Kongres PDIP agar publik tidak mengkaitakan barang bukti OTT KPK dengan biaya kongres PDIP,” tutup Selestinus.

Untuk diketahui, anggota DPR-RI, Fraksi PDIP, Nyoman Dharmantra ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap impor bawang putih.

Juru bicara KPK, Febri Dansyah, seperti dilansir Detik.com, Kamis (8/8/2019), membenarkan OTT terhadap Anggota Komisi VI, Nyoman dan sedang berada di KPK. “Iya. Dijemput tim (KPK ke bandara),” katanya.

KPK total menangkap 11 orang dalam OTT diduga terkait suap impor bawang putih. Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan, 11 orang yang ditangkap dari pengusaha importir hingga orang kepercayaan anggota DPR RI. Penyidik KPK menyita bukti transaksi Rp 2 miliar yang diamankan dalam OTT ini. Selain rupiah, penyidik KPK menyita pecahan dolar AS. (Bkr/SFN

To Top