Politika

Pilkades, Menuju Desa Lewotobi Maju dan Sejahtera

Calon Kepala Desa Petahana, Tarsisius Buto Muda saat menyampaikan visi, misi serta langkah-langkah strategisnya dihadapan warga di Dusun A, Rabu,(16/10/2019) malam.

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Sejumlah isu dan agenda strategis dilecutkan para Calon Kepala Desa Lewotobi, Ile Bura, Flores Timur mewarnai ajang kampanye pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun ini. Isu paling santer  adalah ajakan “Mari  bersama berjuang menuju Desa Lewotobi yang maju, sejahtera dan bermartabat melalui tata kelolah pemerintahan yang bersih dan berwibawa, Peningkatan produktivitas pertanian.

Isu lainnya yang juga santer adalah menggerakan masyarakat cinta laut, peningkatan Pendapatan Asli Desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa, Peningkatan kapasitas & pemberdayaan kelompok masyarakat, Peningkatan infrastruktur desa penunjang ekonomi hingga komitmen serius terhadap Pemenuhan hak-hak anak.

Hal ini diusung Calon Kepala Desa Petahana, Tarsisius Buto Muda saat menyampaikan visi, misi serta langkah-langkah strategisnya dihadapan warga di Dusun A, Rabu,(16/10/2019) malam.

Di bidang tata kelolah pemerintahan yang bersih dan berwibawa, misalnya, Asis Muda menawarkan 8 langkah strategis yang akan dilakukan jika dirinya terpilih kembali diantaranya, Setiap pungutan desa wajib ada Peraturan Desanya. Kemudian, komitmen tegas menolak gratifikasi, suap dan KKN hingga mewajibkan seluruh perangkat desa menandatangani Pakta Integritas.

Gebrakan lain di bidang pertanian adalah pendekatan teknologi pertanian lahan kering. “Saya akan manfaatkan para penyuluh pertanian seoptimal mungkin. Buka kebun Demplot BUMDes, Pengadaan bibit dan Alsinta serta gerakan petani produktif,”tegasnya lagi.

Salah satu Kepala Desa berprestasi di NTT ini bahkan lebih jauh menyatakan, untuk bidang Kelautan dan Perikanan, dirinya akan tuntaskan beberapa hal yakni, Kartu Nelayan bagi warga, pengadaan sarana tangkap dan pelatihan cara tangkap ikan dengan peralatan modern serta melanjutkan kegiatan konservasi terumbu karang dan perlindungan biota laut seperti Penyu, Hiu, Pari Manta, Lobster dan lainnya melalui dukungan dana desa.

“Sedangkan, terkait BUMDes, akan diupayakan penambahan modal usaha, fokus pada unit usaha berskala besar yakni Pertanian, Pengelolaan Stadion Bola Kaki dan Pariwisata,”tohoknya menyakinkan.

Satu hal yang unik dan terbilang baru serta menjadikan magnet tersendiri dari komitmen langkah strategis yang diusung Asis Muda kali ini adalah, siap mendorong pemberdayaan kaum Difabel melalui dana desa.

“Iyah, selain pelatihan ekonomi produktif seperti tenun ikat, anyaman, kacip mente, perbengkelan, namun pemberdayaan kaum Difabel akan dilakukan,”pungkasnya, serius.

Asis Muda pada kesempatan ini juga menegaskan pasti melanjutkan pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi desa seperti Jalan Usaha Tani, Stadion Olahraga dan Pariwisata.

Selain itu, pemenuhan hak-hak anak melalui optimalisasi peran gugus tugas desa layak anak, peningkatan kapasitas pendamping dan kader perlindungan anak, pengembangan minat dan bakat anak.

Terkait pemekaran Dusun Lewouran menjadi desa definif, Asis Muda meminta warganya untuk bersabar menanti proses yang saat ini masih ditangan Pemerintah pusat.

“Memang sejauh ini terus diperjuangkan bersama 20 Calon desa lainnya di Flotim. Namun, karena ada banyak regulasi yang berubah, termasuk Bagian Pemerintah Desa yang kini bergabung ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sehingga prosesnya belum final hingga kini,”ujar Asis Muda yang kali ini mendapat nomor urut Satu (I).

Calon Kepala Desa nomor urut 3, Fransiskus Rogo Temu pun mengusung visi dan misi yang tak jauh berbeda. Dalam nada dasar Desa Kuat, Rakyat Sejahtera, Rogo Temu berkomitmen akan menjadikan orang muda sebagai ujung tombak pembangunan. Termasuk meminta pikiran dan pendapat  orang Lewotobi yang saat ini sedang di luar untuk sama-sama membangun desa.

Hal lain yang akan dilakukannya, tegas Rogo Temu, saat berkampanye dihadapan warga, Selasa, (15/10/2019), ialah membangun ketahanan pangan, pendapatan warga dan menjadikan BUMDes sebagai suplayer pembangunan desa. Lalu, pemanfaatan pesisir dan pantai Lewotobi secara optimal melalui pariwisata.

“Saya akan kedepankan prinsip transparansi, partisipatif, akuntabilitas, kemitraan dan jejaring baik dengan pemerintah atas dan pihak ketiga.Terkait revolusi mental aparatur desa, saya juga pastikan membuat kontrak kerja,”tandasnya, bersemangat.

Rogo Temu yang pernah kalah lawan Asis Muda pada Pilkades periode kemarin juga menjanjikan akan mengoptimalkan potensi pertanian melalui Sorgumnisasi dan Kelornisasi. Juga menciptakan ruang bagi regenerasi pemimpin bagi Dusun Lewouran menuju desa definitif.

Pertarungan Asis Muda dan Rogo Temu jilid 2 ini terlihat membuat warga antusiasme. Respons positif warga pun tumpah ruah memberi usul saran dan dukungan saat dialog.

Sebut saja, Herman Mukin, Blasius Boli Witin, Karolus Uran, Paulus Hokeng hingga kaum ibu-ibu, terbuka memberi pendapatnya seputar perlunya kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah, peningkatan sarana prasarana fisik sekolah, penambahan Sumur bor, digiatkan kembali program Gong Belajar hingga pemasangan Wifi gratis di desa.

Menjawab hal ini, Calon Incumbent, Asis Muda menegaskan, jika pengelolaan dana desa hanya diatur berdasarkan 4 kewenangan desa yakni terkait hak asal usul, lokal berskala desa, ditugaskan Pemprop dan Pemkab serta kewenangan lainnya yang ditugaskan pamerintah atas. “Sehingga berbagai usul saran, tentunya dilihat dengan kewenangan yang ada agar tidak salah kelolah,”tutupnya. (Roberth/SFN)

To Top