Hukum

PMKRI Laporkan Dugaan Korupsi SPAM Ende ke Kejaksaan

PMKRI Ende Saat Menyerahkan Sejumlah Berkas Kasus Dugaan Korupsi Kepada Pihak Kejaksaan Negeri Ende

ENDE, SUARAFLORES.NET–Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi melaporkan dugaan korupsi Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2016 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, Senin (2/3/2020).

Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Cabang Ende, Ferdinandus G. Lewa Koten mengatakan, ada banyak kasus dugaan korupsi yang selama ini sudah disuarakan oleh PMKRI.

“Laporan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami kepada aparat penegak hukum agar bisa menindaklanjuti kasus dugaan korupsi SPAM di Ende,” ujarnya.

Dia mengaku bahwa PMKRI akan melakukan pengawalan terhadap laporan ini. Jika tidak ditindaklanjuti, PMKRI akan datang dengan cara lain.

Ada sejumlah kasus dugaan yang dilaporkan PMKRI ke Kejaksaan, diantaranya proyek peningkatan jalan dalam kota tahun 2016 senilai Rp 22,4 Milyar dan proyek SPAM di beberapa lokasi, antara lain SPAM Nuabosi Rp 4,7 Milyar, SPAM Ndori Rp 2,9 Milyar, SPAM Wolowaru Rp 2 Milyar dan SPAM Nangapanda.

Kepala Seksi (Kasie) Intel Kejari Ende, Bangga Praha, mengatakan, pihaknya akan menelaah laporan PMKRI Ende dan segera menindaklanjutinya.

“Saya baru menjabat Kasie Intel. Saya berjanji akan tindaklanjuti laporan yang masuk. Ini laporan pertama yang masuk ke saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Kabupaten Ende, Jhon Ambo mengaku semua dokumen proyek SPAM di Ende sudah diserahkan seluruhnya. Namun, jika ada temuan di lapangan bahwa pipa tidak ditanam, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Setahu saya, semua pipa harus ditanam. Saya akan koordinasi dulu dengan berbagai pihak,” katanya. (Dami).

To Top