Infrastruktur

PPK Sebut tidak Ada Perencanaan Selokan Rabat di Madawat

Suara Flores
Camat Alok Edmon Bura (Kedua dari kanan) Saat Hadir Memediasi Perseteruan Antara Lurah Madawat dan Warga

MAUMERE, SUARAFLORES.NET –Andi Pio, PPK Pembangunan jalan rabat sepanjang 200 meter di RT008/RW005, Kelurahan Madawat, Kota Maumere, Kabupaten Sikka menyebut tidak ada perencanaan pembangunan selokan di ruas jalan tersebut. Selokan tersebut dibangun atas kemauan pihak kelurahan,

“Lurah datang ke kantor minta space karena dana kelurahan mau buat saluran tahun depan. Lurah minta saluran di tengah. Dalam perencanaan tidak ada saluran di tengah rabat. Jadi kami sesuaikan kembali volume panjang harus ditambah” ujar Andi Pio saat dihubungi Suara Flores, Jumat (29/11/2019) sore.

Kepada Suara Flores, Andi memastikan akan memanggil kontraktor pelaksana. Pihaknya meminta kesediaan pelaksana untuk memperbaiki setelah dilakukan perhitungan.

“Nanti kita hitung volume dulu. Kontraktor belum bisa kerja karena masalah itu,” ujarnya.

Baca juga; Protes Pembangunan di Madawat, Warga Tutup Selokan Rabat

Baca juga: AMAN Nusa Bunga Desak Pemerintah Percepat Pengakuan Hak-Hak Masyarakat Adat

Camat Alok Edmon Bura mengatakan masalah tersebut sudah ada kesepakatan untuk dibangun rabat full atau tidak pakai saluran di tengah. Saluran ditutup dengan material yang gampang dibuka sehingga kemudian pihak kelurahan mau kerja saluran dapat dibongkar untuk dilanjutkan. Sedangkan untuk titik yang mudah tergenang air diatasi dengan lubang peresap.

“Besok (hari ini) kita akan ke lokasi untuk bertemu lagi dengan masyarakat. Kita mencari  jalan terbaik untuk masyarakat dan tidak ada saling bertengkar,” ujarnya Edmon (29/11) malam.  

Sebelumnya diberitakan  bahwa pembangunan jalan rabat sepanjang 200 meter di RT008/RW005, Kelurahan Madawat, Kota Maumere, Kabupaten Sikka tuai protes. Terjadi aksi adu mulut antara pihak kelurahan dan warga. Sejumlah warga menutup selokan yang dibangun di tengah – tengah rabat oleh pelaksana. Warga menyebut pembañgunan tersebut tidak sesuai RAB Desain.

Warga mengatakan bahwa selokan air yang dibangun di tengah-tengah rabat membahayakan para pengendara, baik siang maupun malam. Sejauh ini sudah banyak warga yang jatuh bahkan sampai pingsan. Mereka jatuh karena kesulitan menghindar saat berhadapan dengan pengendarai lain atau pejalan kaki.

“Kita tutup karena sudah banyak orang yang celaka. Kemarin ada yang jatuh dan pingsan di sini. Ini karena pembangun selokan di tengah-tengah rabat yang membuat badan jalan terlihat semakin sempit,” ujar Gaudensius Let, warga RT005/RW008, Kelurahan Wadawat, Kota Maumere, Jumat (29/11/2019) pagi. (sfn02).

To Top