Infrastruktur

Protes Pembangunan di Madawat, Warga Tutup Selokan Rabat

Tampak Selokan Rabat yang ditutup warga

SUARAFLORES.NET—Pembangunan jalan rabat sepanjang 200 meter di RT008/RW005, Kelurahan Madawat, Kota Maumere, Kabupaten Sikka tuai protes. Sejumlah warga menutup selokan yang dibangun di tengah – tengah rabat oleh pelaksana. Warga menyebut pembañgunan tersebut tidak sesuai RAB Desain.

Warga menilai selokan air yang dibangun di tengah-tengah rabat tersebut membahayakan para pengendara, baik siang maupun malam. Sejauh ini sudah banyak warga yang jatuh bahkan sampai pingsan. Mereka jatuh karena kesulitan menghindar saat berhadapan dengan pengendarai lain atau pejalan kaki.

“Kita tutup karena sudah banyak orang yang celaka. Kemarin ada yang jatuh dan pingsan di sini. Ini karena pembangun selokan di tengah-tengah rabat yang membuat badan jalan terlihat semakin sempit,” ujar Gaudensius Let, warga RT005/RW008, Kelurahan Wadawat, Kota Maumere, Jumat (29/11/2019) pagi.

Hal lain dikatakan oleh Ketua RW008, Agùstinus Babang, bahwa pembangunan rabat di wilayah tersebut tidak sesuai RAB desain. Sebagian rabat dibangun dengan selokan di tengah, sedangkan sebagian dibuat rabat penuh.

“Saya dukung aksi warga tutup selokan di tengah rabat ini. Karena memang tidak sesuai RAB. Ini karena ada kepentingan sehingga jadinya begini. Kami minta solusi dari pemerintah karena kondisi sudah banyak korban,” ujar Agustinus.

Kepada Suara Flores, Agustinus mengharapkan adanya pembangunan sumur resapan untuk menampung air saat musim hujan dan pembuangan limba rumah tangga. Ke depan, kata dia, harus ada perencanaan yang baik dan diawali dengan sosialisasi.

“Hàrus ada sosialisasi agar warga berikan masukan. Kalau tidak ya hancur begini,” tegasnya.

Sebelumnya sempat terjadi aksi adu mulut antara warga dengan pihak kelurahan. Kondisi itu membuat amarah warga memuncak hingga terjadi keributan besar.

Fakta itu kemudian berakhir saat Camat Alok Edmon Bura tiba di lokasi. Edmon memediasi dan mencari solusi.

Kepada warga, Edmon berjanji menghadirkan pihak Dinas Pekerjaan Umum untuk mencari solusi terbaik.

“Menurut saya ada dua solusi. Pertama tutup selokan di tengah rabat tersebut. Kedua, bangun sumur resapan. Tapi nanti kita duduk bersama dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun dari papan proyek di lokasi, Pembangunan Rabat Jalan Sepanjang 200 meter tersebut dikerjakan oleh CV. Putra Buton dengan nilai kontrak Rp148. 340. 000,’ dan dikerjakan selama 120 hari kalender kerja. (Sfn02).

To Top