Infrastruktur

Proyek Puskesmas Waigete, Anton Bata: Tuhan Mendengar Keluhan Umatnya

Suara Flores
Anton Bata (Menghadap Camera) Saat Bersama Pengawas Proyek Puskesmas Waigete Pada Oktober 2019 Lalu

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Sejak Oktober tahun 2019, tiga Anggota DPRD Sikka melakukan peninjauan terhadap pembangunan Puskemas Waigete yang berada di tepi jalan Negara Maumere-Larantuka. Hal itu diambil setelah mendapat laporan dari warga.

Melihat progress pekerjaan, para wakil rakyat ini menyebut  pekerjaanya berjalan lambat. Untuk itu, diusulkan agar dilakukan penambahan tenaga kerja, penambahan jam lembur, penggunaan material sesuai spek, dan jaga kualitas proyek.

Ketiga Wakil Rakyat yang melakukan peninjauan proyek puskesmas tersebut, yakni Wenseslaus Wege (Hanura), Anton Bata (Hanura) dan Putri Waiblama (Demokrat).

Setelah melakukan peninjauan puskesmas Waigete, beberapa waktu kemudian, dua Anggota Fraksi Hanura, yakni Wens Wege dan Anton Bata melakukan peninjauan proyek pembangunan Puskesmas Kopeta di Kota Maumere. Pada kesempatan itu, keduanya menyampaikan persoalan yang ditemukan di lapangan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan PPK.

Baca juga: DPRD Sikka Sebut Proyek Puskesmas Waigete Berjalan Lambat, Mengapa?

Baca juga: Banjir Awal Tahun, Pagar Puskesmas Hancur, Warga Waigete Heran

Waktu terus berlalu, November pun datang hingga pergi menjemput Desember, tak terlihat tindakan dan tak terdengar suara terkait dengan tindakan untuk mencegah masalah yang disampaikan oleh Hanura.

Tanggal 29 Desember 2019, setelah umat merayakan Natal, masyarakat Kecamatan Waigete dihebohkan dengan banjir yang menghancurkan pagar Puskesmas yang baru saja dibangun. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo yang saat itu tengah berlibur bersama keluarga, harus terjun ke lokasi bencana.

Di sana terjadi aksi marah-marah, aksi seakan hendak menendang pengawas, dan mendorong-dorong pengawas proyek. Bupati melihat pagar proyek tersebut tidak digali. Pagar itu dihancurkan banjir diduga galiannya tak dalam. Karena itu Bupati meminta untuk dibongkar.

Anton Bata memberi apresiasi yang tinggi atas langkah yang diambil pemerintah, meminta pengawas bongkar dan kerja ulang. Memang itu tugas pemerintah yang mestinya diawasi sejak awal saat pihaknya turun pada Oktober lalu. Sekarang sudah hancur karena banjir.

“Saya mengajak kita semua bersyukur dan terus berdoa. Tuhan sudah mendengar keluhan umatnya disaat kita semua sibuk. Alam Waigete itu memang indah, Tuhan mengajak kita untuk merawat demi kepentingan masyarakat luas,” ujar Anton usai melakukan peninjauan hancurnya jembatan Dagamage di Kecamatan Magepanda, (7/1/2020).

Sebelumnya diberitakan, Pada 15 Oktober 2019 lalu, tiga Anggota DPRD Kabupaten Sikka melakukan monitoring terkait pelaksanaan pekerjaan pembangunan Puskesmas Waigete. Langkah itu dilakukan tiga wakil rakyat ini untuk melihat secara dekat perkembangan fisik proyek.

Setelah memantau fisik proyek, mereka menyebut bahwa fisik proyek berjalan lambat. Mestinya, kata mereka, fisik proyek harus sudah mencapai 60 an persen.

“Pengawas kontraktor melaporkan fisik proyek baru 35 persen. Ini tidak bisa dibenarkan karena material mudah dijangkau. Bagi kami mestinya proyek ini cepat selesai bukan lambat begini,” kata Anton Bata di lokasi proyek.

Progres pekerjaan, kata Anton, belum mencapai target. Sebenarnya progres pekerjaan harus mencapai 60 persen berdasarkan kontrak.

Menurut Anton, dengan melihat penjelasan pengawas kontraktor, maka diketahui pokok masalahnya. Pertama, pendistribusian tenaga kerja masih kurang. Kedua, pendropingan material masih terlambat. Ketiga, belum dikenakan waktu over time (lembur).

Untuk itu, lanjut Anton, tiga hal tersebut harus segera mungkin diperbaiki. Jika tidak maka proyek ini bisa macet karena sebentar lagi hujan.

“Jangan bilang karena hujan. Segera perbaiki. Tenaga kerja harus tambah, material tidak boleh terlambat dan gunakan waktu lembur. Proyek ini di mata jalan negara, material dekat. Mengapa fisiknya baru 35 persen,. Cari keuntungan jangan terlalu besarlah. Perhatikan kualitas proyek. Solusinya itu” ujarnya di hadapan pengawas kontraktor proyek.

Pengawas Kontraktor kepada Suara Flores menyampaikan terima kasih atas semua kritikan dan masukan dari para wakil rakyat.

“Kami berterima kasih DPRD Sikka sudah ikut mengawasi. Semua kritikan dan masukan kami terima sebagai dukungan untuk menjaga kualitas proyek,” ujar Winanto. (sfn02).

To Top