Edukasi

PSI dan SC Dorong Pemda Sumba Barat Buat Perbup Pedoman Pelaksanaan UKS

Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole bersama Sekda Sumba Barat, Drs. Umbu Dingu Dedi, M.Si, sedang mendengarkan pemaparan peran PSI dan SC dalam mendukung pelaksanaan UKS di Sumba Barat.

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) Partner Save the Children (SC) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumba Barat agar bisa membuat regulasi berupa peraturan bupati terkait pedoman pelaksanaan usaha kesehatan sekolah (Perbup UKS).

Harapan itu terungkap dalam pertemuan koordinasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) Kabupaten Sumba Barat yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Barat, Drs. Umbu Dingu Dedi, M.Si, pada Kamis, 5 Maret 2020 lalu.

Hadir pada pertemuan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Sairo Umbu Awang, SE, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat, Siprianus Muda Hondo, S. Fil, serta staf dari Kemenag, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumba Barat, Agustina Tegi Lasara, S.Sos, Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan, Suko Winadi Laban, S.Kl, Kepala Seksi Kesejahteraan Keluarga Dinas Kesehatan, Daka Dapawole, perwakilan mitra terkait yakni Perkumpulan Stimulan Institute (PSI) Partner Save the Children Sumba. Ketika pertemuan sedang berlangsung beberapa saat kemudian Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole pun turut mendatangi ruang pertemuan TP UKS. Selain itu, juga dihadiri oleh Kepala Bagian Hukum Setda Sumba Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Umbu Dingu Dedi, menyambut baik rencana tindak lanjut dari sejumlah pertemuan TP UKS di tahun 2019 yang merekomendasikan akan membuat Perbup Pedoman Pelaksanan UKS. Hal ini penting agar menjadi acuan dalam pelaksanaan UKS sehingga bisa mengetahui Batasan kewenangan dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pelaksanaan UKS. Sekda Sumba Barat pada kesempatan tersebut meminta kepada Kabag Kesra dan Kabag Hukum untuk sama-sama merencanakan pertemuan lanjutan untuk membahas rancangan Perbup Pedoman Pelaksanaan UKS. Permintaan ini pun disambut baik oleh kedua kepala bagian Setda Sumba Barat.

Di hadapan TP UKS Sumba Barat, Program Koordinator Perkumpulan Stimulant Institute Sumba, Yoan Paubun, menjelaskan sejumlah program dan kegiatan yang akan diimplementasikan PSI bersama Save the Children yang yang terkait dengan dukungannya terhadap pelaksanaan UKS di sekolah. Salah satu program yang diemban oleh PSI partner Save the Children adalah Program School Health and Nutrition (SHN) atau program kesehatan sekolah dan nutrisi. Program SHN membantu anak-anak tetap bersekolah dan belajar dengan memastikan bahwa mereka sehat dan bernutrisi baik. Program ini menyasar anak sekolah dengan rentang usia 3 tahun sampai dengan 15 tahun. Program ini, jelas Yoan, bekerja dalam sistem pendidikan lokal dan dengan pemerintah untuk menyediakan pendidikan kesehatan preventif serta layanan air dan sanitasi, termasuk meningkatkan fasilitas air dan sanitasi di sekolah; memperkuat kapasitas guru dalam menyampaikan komunikasi SHN; dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik anak-anak tentang kesehatan, kebersihan, dan nutrisi. Salah satu strategi advokasi yang dilakukan pihaknya adalah dengan memperkuat keberadaan TP UKS baik di tingkat Kabupaten, tingkat Kecamatan hingga tingkat sekolah.

Yoan menjelaskan, berbagai isu yang berkaitan dengan kesehatan dan nutrisi sekolah adalah masih banyaknya sekolah yang tidak memiliki kebutuhan air dan sanitasi, kurang gizi, malaria dan penyakit yang diakibatkan serangga lainnya, rendahnya pengetahuan terkait manajemen kesehatan reproduksi remaja, kesehatan gigi dan mulut, masalah pengelihatan dan pendengaran, hambatan akses imunisasi, kecelakaan dan cedera, masalah kekerasan dan kesehatan mental serta beragam isu kesehatan yang dialami remaja dan anak sekolah yang bisa berdampak pada stunting.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut,kata Yoan, maka UKS menjadi pintu masuk dalam pencegahan stunting karena usia remaja jika dilewatkan begitu saja tanpa perhatian serius pemerintah maka mereka kelak akan menjadi ibu yang bisa saja melahirkan anak yang anemia dan stunting. Untuk itu, rekomendasi TP UKS tahun 2019 perlu direalisasi dengan segera membahas draft Perbup Pedoman Pelaksanan UKS agar setiap OPD bisa memberikan perhatian yang serius.

Ruang lingkup pelaksanaan UKS, jelas Yoan, meliputi Pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Pendidikan Kesehatan, dimaksudkan adalah meningkatkan pengetahuan, perilaku, sikap, dan keterampilan hidup bersih. Pembudayaan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pelayanan Kesehatan, dimaksudkan antara lain imunisasi, penjaringaan, pemeriksaan dan perawatan gigi, serta mulut, PHBS, tes kebugaran jasmani, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), kecacingan, tanaman TOGA, kantin sehat, gizi, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan pertolongan pertama pada penyakit (P3P), pemulihan pasca sakit, dan rujukan ke puskesmas/ rumah sakit. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat, dimaksudkan adalah pelaksanaan 7 K (kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, kerindangan, kekeluargaan, dan keamanan). Pemeliharaan sehat lingkungan yaitu narkoba, bebas asap rokok, pornografi dan sebagainya.  (bkr/SFN)

To Top