Hiburan & Sport

Ramainya Turnamen Kolilanang Open 2018 di Pulau Adonara

Suara Flores
Event Sepak Bola Kolilanang Open 2018 di Pulau Adonara

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET — Event Sepak Bola Kolilanang Open 2018 di Pulau Adonara kini sudah masuk babak final setelah empat tim yang beradu skill di babak semifinal, Rabu, 19/09/2018. Empat tim ini antara lain Nagadarat FC asal Lamablawa menang 2-1 vs Gagak Hitam FC asal Redontena dan Agotugu FC klub asal Pepak Geka menang 3-1 atas tim Ikal FC asal Lewokeleng.

Babak final akan terjadi pada Sabtu, 22 September 2018 mempertemukan juara bertahan Agotugu FC vs Nagadarat FC, tim kuat asal Kecamatan Witihama.

Pantauan SuaraFlores.Net, event ini sangat menyedot animo penonton sejak laga 16 besar hingga semifinal. Stadion Cendrawasih Kolilanang berkapasitas sekitar 6.000 penonton ini selalu penuh sesak. Bahkan, ada yang rela naik ke atas pohon dan atap rumah.

Sayangnya, turnamen di kampung piala dunia 2018 dengan hadiah yang cukup fantastis itu belum menarik para pihak seperti Pemerintah Daerah, BUMN dan Swasta untuk menjadi sponsor utama.

Baca juga: Taufan Saputra Terduga Pelaku Pengedar Narkoba Berstatus Mahasiswa

Kades Kolilanang, Siprianus Kopong Koli yang dikonfirmasi SuaraFlores.Net usai laga semifinal membenarkan bahwa event tersebut belum ada pihak yang bersedia menjadi  sponsor. Event ini masih murni diarsiteki pemerintah desa dan warga Kolilanang bersama Askab Flotim.

Meski demikian, event ini cukup mendatangkan pemasukan bagi panitia. Rata-rata 3 juta-15 juta per pertandingan. Kondisi ini turut menggerakan roda perekonomian di desa. Ia berharap kedepan ada pihak sponsor yang bisa bekerjasama.

Baca juga: 2 Bacaleg PAN Ini Diprediksi Raih Kursi DPRD Dapil Sikka Satu

Hal yang sama disampaikan Camat Kelubagolit, Lambert Ulin Tokan,SE saat ditemui usai laga delapan besar antara Aksioma FC vs Gagak Hitam FC. Menurutnya, turnamen ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah Flotim, termasuk peningkatan kapasitas stadionnya kedepan.

“iya, kita harapkan tidak hanya untuk pengembangan sepak bola semata, karena event ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dunia usaha di desa. Olahraga bola kaki jadi lahan ekonomi baru bagi warga untuk meningkatkan pendapatannya,”pungkasnya. (roberth).

To Top