Ekbis

Rasio Elektrifikasi NTT Capai 83 Persen, Gubernur Viktor Minta Investor Tidak Kuatir Investasi di NTT

Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat (*)

KUPANG, SUARAFLORES.NET,-Gubernur  Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan para investor tidak perlu kuatir untuk berinvestasi di Provinsi NTT karena ketersediaan listrik dari waktu ke waktu semakin baik.

“Hingga hari ini ratio elektrifikasi di NTT telah mencapai 83%. Karena itu, para investor tidak perlu kuatir,” tandas Gubernur VBL yang diwakili Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT, Dr. Yusuf Lery Rupidara, M.Si saat membuka dengan resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder tingkat Provinsi NTT guna mengatasi kebutuhan listrik di NTT, di aula Hotel Sasando Kupang, Rabu, (20/11/2019).

Berbicara tentang energi dan listrik di Provinsi NTT, kata Lery Rupidara, Biro Ekonomi dan Kerjasama mengemban misi untuk menghimpun sumber daya listrik dan ketenagalistrikan serta menggunakan pendekatan inatitusional dan regulatif untuk mendukung data-data di bidang energi di Provinsi NTT.

“Bicara energi tidak hanya tentang ratio elektrifikasi tapi juga tentang disparitas energi itu sendiri. Ratio kita sudah 83% jadi sekarang bagaimana kita semua stake dan shareholder mengejar 17% yang tersisa,” tandas Rupidara.

Urusan kelistrikan sebut dia, sangat erat keterkaitannya dengan peradaban itu sendiri. “Ada empat hal yang membuat sebuah negara itu maju yakni energi, infrastruktur, teknologi dan institusi. Kami  berharap agar dengan kegiatan FGD ini kita semua bisa memecahkan berbagai persoalan kelistrikan di daerah ini dan tidak banyak bergantung kepada pemerintah saja,” kata dia.

Secara regulasi ucap Lery Rupidara, ada Keputusan Presiden nomor 5 tahun 2006 dan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2006 tentang energi baru dan terbarukan. “Mari kita semua fokus untuk mencari solusi spesifik khususnya di bahan nabati,” ungkap Lery dan menambahkan, di Provinsi NTT masih ada kabupaten yang ratio elektrifikasinya rendah.

Di tempat yang sama Jenni Ndapamerang, S.Hut,.M.Si dalam laporannya mengatakan, kegiatan FGD ini bertujuan untuk menghimpun berbagai ide dan gagasan yang solutif guna membantu memecahkan masalah kebutuhan listrik di NTT. Kegiatan ini kata Jenni, dihadiri/diikuti 40 peserta dan menghadirkan tiga narasumber yakni Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi  NTT, Dinas ESDM Provinsi NTT, dan PT. PLN (Persero) Wilayah NTT; dimoderatori Kabag Ekonomi Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT.(bkr/vgr/nbc*)

To Top