Nusantara

Poros Benhil Memohon Parpol Koalisi Restui Jokowi-Moeldoko

Barisan relawan Poros Benhil saat melakukan aksi dukung Moeldoko jadi Cawapres Jokowi di depan Kantor DPP PPP dan DPP PDIP, Senin (6/8/2018) di Cikini, Menteng, Jakarta. Tampak para relawan perempuan pendukung Jokowi-Moeldoko memegang kain putih bertuliskan Dukung Moeldoko Cawapres Jokowi yang telah ditandatangani relawan dan ratusan warga Jakarta.

JAKARTA–Sebanyak 80 organ relawan yang tergabung dalam Poros Benhil menggelar aksi damai di Tuguh Proklamasi, Jakarta untuk memohon para pimpinan parpol koalisi pendukung Ir. Joko Widodo (Jokowi) memberikan restu kepada Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko menjadi Cawapres mendampingi Jokowi.

Dalam aksi yang bertema “Permohonan Anak Bangsa, Moeldoko RI 2 Pendamping Jokowi 2019-2024” ini 80 organ relawan yang hadir di Tugu Proklamasi terlihat penuh semangat. Para relawan yang datang sejak pukul 10.00 WIB membentangkan kain putih sepanjang 20 meter di depan patung Presiden dan Wakil Presiden pertama, Soekarno-Hatta yang bertuliskan “Dukung Moeldoko Jadi Cawapres Jokowi dan kemudian membubuhi tanda tangan dukungan untuk Moeldoko.

Disaksikan media, selain membubuhi tanda tangan di atas kain putih tersebut, para relawan juga mengajak warga di sekitar Tugu Proklamasi memberikan tanda tangannya. Tampak antusias warga begitu tinggi memberikan tanda tangan mereka. Aksi ini berlangsung dari pukul 10.00-15.00 WIB. Seusai aksi tanda tangan dukung Moeldoko, para relawan yang tampak penuh semangat kemudian berbaris mengikuti mobil komando bertenda merah putih.

Para relawan kemudian long march dari Tuguh Proklamasi sambil membentangkan kain putih yang telah dipenuhi tanda tangan dukungan untuk Moeldoko menuju Kantor DPP PPP dan Kantor DPP PDIP di kawasan Cikini,Menteng, Jakarta. Di sepanjang jalan, mereka berorasi bergantian di atas mobil komando sembari membagikan kertas putih bertuliskan “Permohonan Anak Bangsa, Moeldoko RI Pendamping Jokowi 2019-2024,” kepada warga yang lalu lalang di sepanjang jalan. Tampak warga sangat antusias menyaksikan aksi ini.

Setibanya di Kantor DPP PPP, para relawan Poros Benhil dibawa Koordinator Nasional Poros Benhil, Aznil Tan dan Korlap Aksi, Monang T. Simbolon, memulai aksinya dengan doa bersama untuk korban bencana gempa bumi di Lombok NTB yang telah menjadi duka bangsa Indonesia. Setelah itu, Aznil Tan berorasi menyampaikan maksud kedatangan Poros Benhil di Kantor DPP PPP.

Aznil mengatakan, menyikapi situasi berbangsa dan bernegara saat ini atas kebutuhan calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo, maka Poros Benhil memohon pimpinan parpol koalisi merestui Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP) direstui menjadi cawapres Jokowi.

“Kedatangan kami pada hari ini bukan untuk berdemo, tetapi memohon kepada pimpinan DPP PPP agar memberikan restu kepada babak Moeldoko menjadi cawapres Pak Jokowi. Kami yakin Pak Moeldoko mampu membantu dan memperkuat kerja-kerja Jokowi untuk mewujudkan Indonesia dan menjaga keutuhan NKRI dalam situasi saat ini. Sosok Pak Moeldoko sebagai seorang mantan Panglima TNI yang berjiwa sipil nasionalis dan agamis, sederhana, rendah hati dan tegas mampu mememinimalisir kegaduhan politik saat ini yang tengah merong-rong bangsa kita,” tegas mantan aktivisi 98 dari Forum Kota (Forkot) ini.

Baca juga: 131 dari 2.461 Warga Jalani Operasi Katarak Secara Gratis

Usai berorasi masa aksi bergerak mendekati Kantor DPP PDIP yang terletak di samping kantor PPP. Di Depan Kantor DPP PDIP, Korlap aksi, Monang T. Simbolon, menegaskan kembali maksud kedatangan Poros Benhil. Dia mengatakan, sebagai anak bangsa dengan ini mengajukan permohonan sebesar-besarnya kepada Ibu Megawati Soekarnoputri merelakan dengan sepenuh hati untuk menetapkan Bapak Moeldoko sebagai Calon Wakil Presiden RI) mendampingi Calon Presiden Joko Widodo.

Ditegaskannya, Moeldoko adalah sosok yang dapat diterima oleh semua komponen anak bangsa. Ia adalah sosok Islami, nasionalis, patriotik, bersih, berkepribadian sederhana, serta memiliki energi besar dan berpengalaman menggerakan program-program kerja Jokowi. Oleh karena itu, untuk memajukan pembangunan dan stabilitas keamanan nasional, maka Moeldoko adalah sosok yang tepat menjadi pendamping Jokowi.

Sementara itu, Koordinator Nasional Poros Benhil Aznil Tan, dalam orasinya dengan segala ketulusan hati yang santun meminta Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri kembali melahirkan putra terbaik Moeldoko untuk menjadi wakil presiden.

“Wahai Ibunda Bangsa Hajjah Megawati Soekarnoputri, Ibunda dengan penuh kebijakan telah melahirkan seorang putra bangsa nomor satu di republik ini, yaitu Ir. Joko Widodo sebagai Presiden RI. Sekarang kami anak-anakmu bermohon kembali untuk melahirkan Bapak Moeldoko sebagai wakil presiden pendamping Jokowi 2019 demi kemajuan bangsa ini,” kata Bung Aznil Tan dalam orasinya sambil meneriakan yel-yel hidup rakyat, hidup Jokowi, hidup Moedoko.

Dari pantaun media, aksi yang menarik perhatian warga ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya. Setelah berorasi di depan DPP PDIP kurang lebih 30 menit, masa aksi relawan Poros Benhil kemudian meninggalkan lokasi dan berjalan kaki kembali ke Tugu Proklamasi.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Korlap Monang, aksi ini rencananya mendirikan posko dan menginap di Tuguh Proklamasi tiga hari tiga malam, dari tanggal 6-8 Agustus 2018. Namun, dalam rapat diputuskan untuk tidak dilanjutkan karena terjadinya musibah gempa bumi di Lombok. Dalam rapat Poros Benhil di Tugu Proklamasi Senin malam, para relawan memutuskan mengganti aksi tersebut dengan aksi solidaritas kemanusiaan menggalang dana untuk disalurkan ke warga korban gempa bumi di Lombok.

“Aksi ini murni gerakan relawan tanpa intervensi siapapun. Agenda aksi ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Karena tiba-tiba terjadi gempa bumi di Lombok, maka aksi untuk hari kedua dan ke tiga ke Kantor DPP Golkar, PKB, Hanura dan Partai Nasdem kami batalkan. Kami fokus melakukan gerakan kemanusiaan untuk membantu warga Lombok yang tertimpa bencana dengan melakukan kegiatan penggalangan dana.,” terang Monang seusai rapat. (bungkornell/sft)

To Top