Edukasi

Romanus Woga Berharap Penerima Beasiswa tidak Bawa Ijazah Gendong

Suara Flores
Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga

SUARAFLORES.NET – Wakil Bupati Sikka Romanus Woga berharap para calon mahasiswa penerima beasiswa tekun dalam belajar. Kesempatan yang diberikan oleh pemerintah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya hingga selesai dan kerja. Selesai kuliah, para penerima beasiswa harus pulang bawa ijazah kertas bukan ijazah gendong.  

“Kuliah yang benar dan tekun. Kuliah harus sampai selesai. Ini kesempatan kalian untuk mendapat ilmu dan meringankan beban orang tua. Jangan kalian kuliah setengah-setengah, belum selesai dan pulang bawa ijazah gendong,” katanya sambil tertawa.

“Kalian tahu kan ijazah gendong. Kalau tahu maka harus serius kuliah. Kami pemerintah harus ingatkan karena banyak yang terjadi seperti itu. Manfaatkan kesempatan ini baik-baik,” tambah Mantan Wakil Presiden Koperasi se Asia itu.  

Baca juga: Bupati Sikka Ingatkan Calon Mahasiswa Unitri Malang agar Serius Kuliah

Baca juga: IP Penerima Beasiswa Harus Mencapai 3,0

Menurut Romanus Woga, masyarakat Indonesia saat ini tengah menghadapi perkembangan teknologi yang cukup maju. Mencermati kondisi itu, para calon mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus rajin belajar. Belajar harus dijadikan sebagai aktivitas utama dalam kehidupan mahasiswa.

Untuk menjadi mahasiswa yang dapat menjelajahi kemajuan teknologi maka mahasiswa harus rajin membaca. Dengan banyak membaca, seseorang dapat menguasai dunia. Oleh karena itu, lanjut dia, selain belajar di kampus, penerima beasiswa pun harus rajin membaca.

“Kalian ingat ee adik-adik. Saya ini kampus saja tidak injak, apalagi kuliah. Tapi saya bisa jadi begini. Bahkan hampir jadi pemimpin ditingkat dunia. Jadi saya ingatkan kalian, pemerintah sudah beri kesempatan, kalian harus manfaatkan sebaik mungkin. Angkat nama orang tua, angkat nama daerah ini. Kuliahlah, belajarlah, rajinlah membaca dan jangan lupa berdoa,” tandas Romanus Woga yang sempat disebut-sebut maju menjadi calon wakil gubernur NTT beberapa waktu lalu. (sfn02).

To Top