Nusantara

Salam Jempol Ceria, Poros Benhil Serukan Pemilu 2019 Riang Gembira

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,–Para relawan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Maruf Amin (01)  yang tergabung dalam Poros Benhil menggelar aksi damai di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumad (11/1/2019) sore. Aksi damai berjudul Salam Jempol Ceria bertema ‘Pemilu Damai, Pemilu Bersih, Jujur dan Adil, No Hoax No Sara’ ini dihadiri oleh puluhan organ relawan Jokowi-Maruf Amin dari seluruh penjuru Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Gerakan aksi di awal tahun 2019 ini juga dihadiri Ketua Dewan Pembina Poros Benhil, Jenderal (Purn) TNI, Moeldoko, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rohimin Dahuri, serta para artis ibu kota.

Disaksikan media ini, seluruh organ relawan Jokowi-Amin berbondong-bondong memadati kawasan Patung Kuda persis di depan pintu masuk Tugu Monas. Dari kaum muda, ibu-ibu, bapak-bapak hingga kakek dan nenek-nenek  terlihat riang gembira dengan corak dan warna seragam organ dan bendera identitas organ masing-masing. Mereka tampak semangat meski terik matahari Jakarta masih terasa panas di sore itu. Meski ada sedikit ketegangan dengan aparat terkait pemindahan lokasi aksi dari Bundaran Hotel Indonesia ke Patung Kuda, walau berjalan kaki mereka tetap kompak, solid dan bersemangat membara demi Jokowi-Amin, demi Indonesia damai nan jaya.

Suasana mulai terasa hangat dikala Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Akhrom Saleh berorasi dari atas mobil pangung komando membakar semangat seluruh relawan yang perlahan memadati area aksi damai. Lewat corong microfonnya, Akhrom mencuri perhatian warga yang berjalan kaki maupun konsentrasi para pengendara jalan raya dan seluruh relawan. Ia mengajak ribuan relawan untuk merapatkan barisan, bersatu dan berjuang bersama-sama menggelorakan Salam Jempol Ceria ke seluruh Indonesia, demi terwujudnya pemilu damai, pemilu yang bersih, jujur dan adil tanpa ketakutan, kekwatiran, No hoax dan No Sara.          

“Aksi kita hari ini untuk menyerukan gerakan bersama melawan hoax, berita bohong, fitnah, dan diskriminasi yang ditebarkan pihak sebelah. Aksi kita hari ini juga untuk mengingatkan KPU sebagai penyelenggara pemilu harus bersih, jujur dan adil, tanpa intimidasi. Untuk itu, saya mengajak seluruh kawan-kawan relawan untuk bersama berjuang agar pemilu 2019 berjalan dengan aman dan penuh keceriaan bukan menebar kebencian dan ketakutan,”tegas Akhrom sambil mengajak semua relawan mengacungkan jempol simbol nomor satu Jokowi-Amin.

Aksi damai pun dimulai dengan lengkingan merdu paduan suara barisan perempuan relawan Jokowi Srikandi Nusantara. Para relawan cantik-cantik  pimpinan Leni Purba dan Niswah ini berhasil menarik perhatian para relawan lewat lagu ‘Relawan Nusantara.’ Selain Srikandi, paduan suara perempuan indah berirama disco dangdut ini dikumandangkan relawan perempuan Poros Benhil RMI dengan judul ‘Jempol Ceria.’ Lagu ciptaan Aznil Tan yang menjadi ikon gerakan Salam Jempol Ceria ini dinyanyikan serentak oleh seluruh relawan.  Usai menyanyikan lagu Jempol Ceria, seluruh relawan pun menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh hikmad.  

Aksi damai pun dimulai dengan orasi dari Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rohimin Dahuri. Rohimin yang mengenakan kameja hitam bergaris merah, membakar semangat para relawan dan mengajak seluruh relawan terus bekerja memenangkan Jokowi karena telah banyak bekerja memajukan Indonesia di berbagai bidang. Menurutnya, relawan harus bergerak ‘door to door.’ Setelah Rohimin, Ketua Dewan Pembina Poros Benhil, Mantan Panglima Jenderal (Purn) TNI, Moeldoko pun disambut sorak sorai para relawan ketika tiba di lokasi dan langsung menaiki mobil komando. Dengan mengenakan topi dan berkaos hitam dan topi hitam, Moeldoko menyapa semua ribuan relawan yang telah menunggunya. Dalam sambutannya, Moeldoko mengapresiasi acara Salam Jempol Ceria yang digagas Poros Benhil karena menyampaikan pesan pesta demokrasi yang ceria dan riang gembira kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Saya menghargai acara ini dan mengapresiasi karena acara ini adalah Jempol Ceria ini. Maksudnya adalah di dalam menyongsong sebuah pesta demokrasi kita harus sambut dengan keceriaan. Kita harus menghindari tindakan-tindakan anarkis, menghindari fitnah, hoax dan berita-berita bohong yang menyesatkan. Saya yakin dengan gerakan anda semuanya, kita mengajaka semua manusia, masyarakat Indonesia semuanya untuk berdemokrasi dengan baik,” tegas Moeldoko tersenyum gembira yang langsung menyanyikan lagu Salam Jempol Ceria  dan bergoyang ceria bersama Rohimin Dahuri, Koordinator Nasional Poros Benhil,  Aznil Tan dan artis ibu kota Angel Lelga.

Makna Balon, Sapu Lidi dan Tempat Sampah

Usai memberikan sambutan dan bernyanyi ria, Moeldoko diberikan kesempatan untuk melepaskan balon warna-warni dengan baliho kecil bergambar Jempol Ceria dan bertuliskan ‘Pemilu Bersih, Pemilu Ceria, No Hoax No Sara.’ Balon Salam Jempol Ceria pun terbang dengan leluasa ke atas langit biru Jakarta diiringi sirene oleh Mukhlis Ketua Poros Benhil Aceh, lagu Jempol Ceria dan pekikan seluruh relawan. Setelah ratusan balon terbang dibawa angin meninggalkan mobil komando, Moeldoko pun meninggalkan tempat acara setelah melayani wawancara awak media yang mengepungnya.

Baca juga: Dukung Aksi Poros Benhil, Mahasiswi Turun Kerja Jalan Desa

Baca juga: Moratorium TKI, Pospera NTT Keluarkan Surat Terbuka untuk Gubernur NTT dan Menteri Tenaga Kerja

Baca juga: Mengenal Yosef Badeoda, Caleg DPR RI Dapil NTT 1

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian sejumlah sapu lidi, tempat sampah, dan puluhan kertas putih yang di antaranya tertulis ‘No Hoax No Sara, Fitnah, Diskriminasi, Ketakutan.’ Setelah dibagi-bagi oleh Korlap Akhrom, para peserta kemudian merobok-robek semua kertas tersebut, dan secara bergilir memasukan ke dalam tempat sampah sebagai simbol meninggalkan yang buruk dan busuk. Rohimin Dahuri diberi kesempatan pertama dan kemudian diikuti oleh peserta lainnya. Acara ini agak unik, karena dipikiran beberapa peserta membawa sapu dikira untuk kerja bakti bersih sampah di sekitar Patung Kuda.

Koordinator Nasional Poros Benhil,   Aznil Tan, kepada awak media ini mengatakan dengan lantang, pemilu 2019 harus disambut dengan keceriaan, penuh kegembiraan atau happy-happy. Pemilu harus disambut dengan kedamaian dan suka cita, pesta demokrasi tidak boleh membuat rakyat cemas. Pemilu tidak boleh membuat rakyat takut dan kwatir, tapi membuat rakyat gembira. Aksi damai Salam Jempol Ceria, kata Aznil, menyampaikan pesan kepada dunia internasional bahwa pemilu di Indonesia akan berjalan damai dan aman. Selain itu, juga menyampaikan pesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar ceria dalam menyambut pemilu 2019.

Dia menerangkan simbol balon, sapu lidi dan tempat sampah yang dipakai dalam aksi damai Salam Jempol Ceria. Menurutnya, balon-balon berwarna-warni adalah simbol dari rakyat Indonesia yang majemuk, berbeda-beda suku, agama, ras dan adat istiadat tetapi tetap satu penuh ceria dalam pemilu 2019. Balon dipakai dalam acara anak-anak, balon itu artinya ceria dan gembira, adanya balon membuat semua anak-anak senang. Jadi Balon adalah simbol kegembiraan.Sedangkan, sapu lidi artinya pemilu 2019 harus bersih, jujur dan adil. Hal ini secara khusus memberi peringatan kepada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu. Dan tempat sampah artinya, semua yang buruk seperti, berita bohong, fitnah, hoax, sara, ketakutan harus dilawan dan dibersihkan dengan dibuang ke dalam tempat sampah sebagai wadah menyimpan barang yang sudah tidak laku.

Goyang Tobelo, Maumere dan Poco-poco   

Aksi Salam Jempol Ceria yang digelar Poros Benhil dan didukung puluhan organ relawan Jokowi-Amin, memang benar-benar jadi ajang keceriaan para relawan dan ratusan warga yang turut hadir. Gerakan membakar semangat relawan di awal tahun 2019 ini di warna dengan berbagai tarian dan nyanyian yang penuh semangat. Bukan hanya kaum muda, ibu-ibu, babak-bapak yang sudah uzur pun nyaris tidak bisa dibedakan karena sama-sama riang gembira menari sambil bernyanyi mengacungkan jempol ceria.

Pantauan media ini, dari seluruh lagu yang diputar operator music, semua peserta menyambutnya dengan berjoget dan bergoyang riang gembira. Lagu Goyang Tobelo yang diputar kedua setelah lagu Salam Jempol ceria, langsung diserbu ibu-ibu dengan berbaris mengikuti irama. Sesudah itu, para ibu dan gadis-gadis meminta lagu Goyang Kekiri Kekanan dari Maumere, Flores. “Maumere, Maumere bang, “ teriak relawan-relawan perempuan yang berdiri di depan panggung mobil komando. Operator music pun kewalahan karena harus men-download terlebih dahulu lagu tersebut. “Sabar ya, aku download dulu,” kata sang operatos music. Lagu kemudian di putar, dan seluruh relawan pun menari goyang Maumere. Setelah goyang Maumere, lagi-lagi ibu-ibu relawan yang sudah merasa muak dengan isu-isu politik negatif akhir-akhir ini meluapkan kemarahan mereka dengan bergoyang habis-habisan dalam lagu penutup goyang Poco-poco.

Warga Sambut Gembira

Ketua Panitia Aksi Salam Jempol Ceria, Jufri Lumintang, kepada media meluapkan kegembiraan atas kesuksesan kegiatan ini. Dia mengaku gembira, karena meskipun acara ini persiapannya hanya dalam waktu 1 bulan, namun dapat berjalan dengan baik, walau ada kekurangan. Menurutnya, aksi Salam Jempol Ceria akan digelar lagi selama musim kampanye di beberapa kota dan desa, salah satunya di Kota Bogor, Jawa Barat.

“Saya sangat ceria karena kegiatan hari ini berjalan sangat baik. Memang ada kekurangan, dan kita akan perbaiki supaya dalam kegiatan berikutnya lebih baik lagi. Kita berencana lagi menggelar aksi seperti ini di kota-kota lain dengan kehadiran sejuta pendukung Jokowi-Amin. Salah satu kota yang sedang kita rencanakan adalah di Bogor atau di Bandung,” tutup Ketua Fondasi Satu ini.           

Aksi Salam Jempol Ceria ini bukan hanya membawa kegembiraan bagi para relawan, tetapi juga membawa keceriaan bagi warga ibu kota Jakarta yang meluangkan waktu datang ke Patung Kuda. Mereka datang secara perorangan, tanpa mewakili organ manapun. Mereka mengaku senang ikut aksi ini setelah mendaftar di panitia acara. Dengan mengenakan kaos Salam Jempol Ceria bergambar Jokowi-Amin dalam jempol berwarna merah mereka terlibat aktif mengikuti rangkaian acara sambil berselfie ceria bersama kawan-kawan mereka.

Yohana, salah satu ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan makanan di kawasan Benhil, Tanah Abang, mengaku datang bersama putranya menumpang  gojek. Dia senang karena bisa hadir tepat waktu. Meski mengeluarkan uang sendiri untuk membayar gojek, ia mengaku tidak ada masalah. “Saya datang sama anak saya Pak. Tadi saya kira saya sudah terlambat. Syukurlah saya bisa ikut aksi ini. Saya sangat senang bisa bersukaria bersama Pak Moeldoko dan seluruh relawan Jokowi. Saya sangat berharap Jokowi menang dalam pemilu nanti.  Dulu saya dukung Jokowi dan Ahok, dan sekarang saya tetap dukung Jokowi,”aku Yohana.

Niswah, Stefanus, dan Nadya, panitia aksi damai Salam Jempol Ceria, menerangkan, aksi ini bukan hanya diikuti seluruh relawan Jokowi, tetapi juga diikuti ratusan warga, terutama kaum perempuan. Sejak awal Poros Benhil membuka pendaftaran peserta aksi, ada begitu banyak kaum perempuan yang mendaftar. Mereka mendaftar secara perorangan, tidak mewakili organ manapun.Kaum perempuan ini, lanjut Sekjend Srikandi Nusantara ini, adalah para relawan Jokowi saat pilkada DKI Jakarta dan pilpres 2014 lalu. Mereka bekerja dengan gaya dan cara tersendiri untuk memenangkan Jokowi.

Dalam sejarah gerakan Poros Benhil, aksi nyata ini adalah kegiatan akbar kedua bersama relawan dan warga. Pada bulan November -Desember 2018 tahun lalu, Poros Benhil menggelar aksi nyata kerja bakti di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Poros Benhil menggelar deklarasi di kampung kecil desa Matani, Kabupaten Kupang yang ditandai dengan kerja bakti kerja jalan desa bersama warga sepanjang 200 meter dengan biaya swadaya.

Setelah melakukan deklarasi di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, di bawah pimpinan Korwil NTT, Kornelius Moa Nita, Poros Benhil menggelar deklarasi dan kerja bakti di Tugu Tsunami, Maumere, Kabupaten Sikka. NTT. Acara yang dibuka oleh Bupati Sikka, Roberto Diogo Idong ini mendapat dukungan besar dari warga Sikka dengan menyumbangkan tenda, kursi, sound sistem, dan konsumsi. (Bungkornell/sfn/tim)

To Top