Kesehatan

Sampah Cemari Keindahan Kota Ruteng

Suara Flores
Marsel Gambang, SE saat membersihkan sampah di Pasar Puni Ruteng, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores

RUTENG, SUARAFLORES.NET — Kota Ruteng menuju Kota Molas (indah,red) kini dicemari oleh limbah sampah. Berbagai jenis sampah berserakan di Kota Ruteng, di lokasi wisata sekalipun.

Sampah-sampah tersebut diduga secara sengaja dibuang oleh warga yang dapat mengganggu citra Nuca Molas Kota Ruteng. Nampak di beberapa titik seperti di bagian Timur Bandara Frans Sales Lega. Di tempat tersebut tampak tumpukan sampah yang sangat mengganggu wisatawan.

Tidak hanya di situ, di Golo Lusang, jalur lintas luar bagian selatan Kota Ruteng, Wae Garit, dan jalur menuju Reo juga jadi sasaran pembuangan sampah. Diduga para pembuang sampah melakukan aksinya di malam hari. Tindakan ini dinilai mengganggu keindahan lingkungan dan mengganggu wisatawan saat berkunjung ke kota dingin itu.

Marsel Gambang, SE, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai kepada media ini belum lama ini mengatakan, bahwa untuk mengatasi sampah di kota Ruteng, tidak hanya membutuhkan kesadaran masyarakat, tetapi harus menjadi tanggungjawab semua pihak. Gambang menyayangkan tindakan para oknum yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Baca juga: Strategi RoMa, “Sulap Sampah Jadi Uang” Kurangi Pengangguran

Pantauan media ini, pembuangan sampah secara sembarangan diduga sengaja dilakukan oleh oknum yang menyerang pemerintah dengan maksud merusak citra lingkungan di mata dunia internasional. Hal itu dapat terlihat di bagian timur Bandara Frans Sales Lega sebagai lokasi trategis bagi wisatawan menikmati panorama alam.

Penanganan sampah di Kota Ruteng memang bukan pekerjaan yang mudah. Menurut Sekretaris Dinas LH, Linus Jemali, membutuhkan personil yang handal termasuk anggaran yang cukup.

“Kami pernah patroli hingga tengah malam untuk mengawasi orang yang membuang sampah sembarangan, namun tidak dapat. Penanganan sampah memang membutuhkan personalia yang banyak untuk mengurus sampah di Manggarai termasuk fasilitas penunjang lainnya,” kesalnya. (Melky).

To Top