Nusantara

SATGAS COVID-19 Sumba Barat Evaluasi Pelaksanaan Respon COVID-19

Suasana pertemuan Tim Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Sumba Barat saat melakukan evaluasi kegiatan respon COVID-19 di aula rumah jabatan Bupati Sumba Barat pada Kamis (23/7) lalu.

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau yang sekarang berubah Namanya menjadi Satgas COVID-19 Kabupaten Sumba Barat meminta semua masyarakat untuk menerapkan pola hidup baru di era new normal.  Pola hidup baru di era new normal  atau tatanan baru adalah terus menggunakan masker saat keluar rumah dan saat berinteraksi dengan orang, mengaja jarak serta membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) di air mengalir.

Permintaan ini disampaikan para pengurus Satgas COVID-19 Kabupaten Sumba Barat pada saat pertemuan evaluasi kegiatan respin COVID-19 Tingkat Kabupaten Sumba Barat yang digelar Kamis (23/7) bertempat di aula rumah jabatan Bupati Sumba Barat. Pertemuan evaluasi kegiatan respon COVID-19 ini terlaksana atas dukungan Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) partner Save the Children Sumba.

Para peserta tim gugus tugas yang hadir saat pertemuan evaluasi ini berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (DKIPS), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten, Wartawan Pos Kupang, Wartawan Warta Terkini, PSI dan Save the Children Sumba.

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam yang dipandu oleh Wakil Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 yang juga Kepala BPBD Kabupaten Sumba Barat, Ir. Yanis Eklemens Luther Chr. Loebaloe, M.Si, para peserta menyampaikan perannya masing-masing selama periode respon covid dan rencana kegiatan yang akan dilakukan pihaknya pada periode Juli sampai Desember 2020.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 yang juga Kepala BPBD Kabupaten Sumba Barat, Ir. Yanis Eklemens Luther Chr. Loebaloe, M.Si, di hadapan peserta, menyampaikan limpah terima kasih kepada Perkumpulan Stimulant Insitute atau PSI partner Save the Children yang sudah menginisiasi untuk menggelar pertemuan evaluasi tersebut. Hal ini mengingatkan kita semua bahwa urusan respon COVID-19 adalah urusan dan pekerjaan bersama semua stakeholder di daerah ini dan juga masyarakat. Dengan pertemuan ini kita juga bisa mengevaluasi sejauh mana atau apa saja yang sudah kita lakukan, apa keberhasilan kita, apa hambatan yang menjadi tantangan bersama dan adakah peluang untuk kita perbaki saat ini dan ke depan agar anak dan masyarakat terlindungi dari COVID-19.

“Terus terang pemerintah daerah tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan COVID-19 ini termasuk persoalan pembangunan lainnya. Kami membutuhkan peran dan dukungan NGO atau LSM dan dunia usaha atau pihak swasta agar kita bersama-sama menyelesaikan setiap persoalan COVID-19 dengan cara kita masing-masing maupun kita lakukan secara bersama, ‘ujarnya.

Dikatakannya, saat ini Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menerbitkan Peraturan Gubernur (PERGUB) Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru di Provinsi NTT. Pedoman dalam Pergub ini bersifat umum, sedangkan teknisnya harus diatur oleh masing-masing daerah. Untuk membahas hal teknis perlu duduk bersama semua tim gugus tugas atau Satgas CIVID-19 bersama Lembaga mitra untuk sama-sama merancang bentuk tatanan baru seperti apa yang perlu kita jadikan pedoman di daerah.

Di hadapan peserta pertemuan evaluasi tersebut, Wakil Sekretaris Satgas COVID-19 Sumba Barat juga mengajak semua peserta untuk berbicara, memberikan masukan terkait apa yang sudah dilakukan dan apa yang harus dilakukan guna melindungi daerah ini dari paparan COVID-19. Ia juga mengingatkan kepada semua pihak yang bila ingin memberikan bantuan terkait COVID-19 agar diserahkan melalui Sekretariat Gugus Tugas COVID-19 sehingga bisa dicatat secara baik dan bisa dipertanggung-jawabkan.

Sementara itu, Direktur PSI, Stepanus Makabombu, mengemukakan, untuk mendukung kerja Gugus Tugas COVID-19, pihaknya telah menugaskan 44 orang Relawan Desa Membangun (RDM). Di setiap desa ada 1 orang RDM yang tugasnya adalah memantau kegiatan anak dan masyarakat sekaligus mendukung pemerintah desa dalam pencegahan COVID-19. (bkr/SFN)

To Top