Edukasi

Tetapkan PERDES PAUD HI, Desa Watu Karere Jadi Desa Contoh

Susana Rapat Paripurna BPD Desa Watu Karere dengan agenda penetapan Ranperdes menjadi Perdes PAUD HI pada Senin, 25 November 2019 di Kantor Desa Watu Karere.

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Desa Watu Karere di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, menjadi salah satu desa contoh dalam pengembangan anak usia dini holistik integratif atau PAUD HI.  Desa ini merupakan desa kedua di kabupaten ini yang menetapkan Peraturan Desa Nomor 01 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan PAUD HI. Selain itu, Desa Watu Karere oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat juga ditetapkan sebagai Desa Sadar Hukum.

Penetapan Perdes PAUD HI Nomor 1 Tahun 2019 dilakukan oleh Kepala Desa Watu Karere, setelah adanya kesepakatan antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa yang dituangkan dalam berita acara kesepakatan penetapan ranperdes menjadi perdes. Berita acara persetujuan penetapan perdes ditanda-tangani oleh Ketua BPD, Oktavianus Pake Talo dan Kepala Desa, Reko Deta dalam sebuah acara rapat paripurna BPD pada Senin (25/11) lalu bertempat di Kantor Desa Watu Karere. Usai penanda-tanganan berita acara, Ketua BPD menyerahkan dokumen perdes kepada kepala desa untuk ditetapkan dan ditanda-tangani, dan selanjutnya kepala desa menyerahkan Perdes PAUD HI kepada Sekretaris Desa, Samuel D. Baya untuk diundangkan ke dalam lembaran desa.

Acara rapat paripurna penetapan Perdes PAUD HI itu disaksikan oleh para tokoh masyarakat, kepala dusun, Ketua RT, kader posyandu, pengelola dan pendidik PAUD, kader BKB, TP PKK Desa, Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat, Dra. Meity H.W.Dapawole Monteiro. Selain itu juga disaksikan oleh perwakilan Stimulant Institute Sumba dan Save The Children Sumba.

Kepala Desa Watu Karere, Reko Deta, menyampaikan terima kasih kepada para tim perumus ranperdes yang sudah menyusun, membahas dan melakukan konsultasi publik. Hasil konsultasi publik selanjutnya disempurnakan lagi dan kemudian dibawa ke Bagian Hukum Setda Sumba Barat untuk dievaluasi. Pihak Bagian Hukum Setda, kata Kepala Desa Watu Karere, setelah memerika lalu mengundang dinas-dinas terkait untuk meminta masukan terkait ranperdes yang diajukan. Bahkan, pihak tim perumus yakni BPD dan kepala desa juga diundang untuk memberikan penjelasan terkait ranperdes yang diajukan. Hasil dari evaluasi bersama ini kemudian ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Sumba Barat tentang evaluasi ranperdes. Dari evaluasi ini, pihak BPD lalu menyempurnakan lagi dan selanjutnya menggelar rapat paripurna penetapan ranperdes menjadi Perdes PAUD HI.

Sementara itu, Ketua BPD Watu Karere, Oktavianus Pake Talo, mengemukakan, perdes tersebut adalah perdes pertama yang ditetapkan pihaknya di tahun anggaran 2019 ini dan dilakukan sesuai dengan mekanisme dan pentahapan sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bagian Hukum Setda yang telah memberikan pendampingan dan bimbingan kepada BPD dan Pemerintah Desa Watu Karere sehingga pihaknya bisa menyelesaikan tugas dan perannya dalam membuat regulasi di desa. Atas nama BPD Watu Karere, Oktavianus juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Stimulant Institute Sumba dan Save The Children Sumba yang sudah memberikan pendampingan sehingga pihaknya bisa menghasilkan Perdes PAUD HI.  (bkr/SFN)

To Top