Infrastruktur

Warga Pedan Poar Masih Diterangi Pelita

Suara Flores
Kampung Hawai, Dusun Pedan Poar, Desa Kolidetung, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka

SUARAFLORES.NET—Proses pemilu, baik pemilu kepala daerah maupun pemilu legislatif belum menjawabi keluhan warga walau janji-janji politik terus disampaikan. Terbukti, kurang lebih 75 Kepala Keluarga (KK) dari 53 rumah di Kampung Hale Wairledut (Hawai), Dusun Pedan Poar, Desa Kolidetung, Kecamatan Lela hidup diterangi pelita. Kondisi itu sudah berlangsung puluhan tahun hingga saat ini.

Marthin, Kepala Dusun Pedan Poar kepada Suara Flores menjelaskan, masyarakat sesungguhnya membutuhkan penerangan berupa listrik. Perjuangan sudah dilakukan bersama pemerintah desa namun belum membuahkan hasil.

Pada tahun 2013, Dusun Pedan Poar mendapat bantuan solar cell, namun kondisi itu tak berlangsung lama. Kurang lebih 2 tahun berjalan, solar cell yang katanya dari PLN tersebut rusak.

“Iya, masuk tahun 2015 semuanya rusak. Sudah rusak dan harus diganti. Yang adapun sudah tidak layak. Sementara ya pakai pelita. Sebaiknya pasang listrik dari PLN saja biar semua menikmati,” ujar Marthin kepada Suara Flores, (2/10/2019).

Baca juga: Ruas Jalan Pantura Ende Rusak Parah, DPRD dan Pemerintah Diminta Buka Mata

Baca juga: Stop Jadi Wakil Rakyat “Boneka dan Robot”

Marthin berharap agar pemerintah dan DPRD Sikka dapat memasang listrik bagi warga. Hal itu wajib dilakukan agar ada keadilan sebagaimana yang dirasakan warga lain.

“Kami berterima kasih bila pemerintah melihat kondisi kami ini,” ujarnya.

Kepala Desa Kolidetung Wihelmus Isolus kepada Suara Flores di kediamannya mengatakan bahwa pemerintah desa sudah mendata warga pelanggan PLN di Dusun Pedan Poar. Pihak PLN pun sudah melakukan survei. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindaklanjut dari survei tersebut.

“Dari desa sudah masukan proposal tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut. Tidak tahu kenapa. Hanya saja info dari PLN katanya membutuhkan 18 tiang dari Dusun Patimoa menuju Dusun Pedan Poar,” ujar Wihelmus.

Ia juga berharap agar PLN dapat melihat kebutuhan listrik warga Dusun Pedan Poar.

“Proposal sudah dikirim ke PLN tapi belum ada perkembangan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Suara Flores, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sudah turun ke Dusun Pedan Poar. Di sana, Bupati berdialog bersama warga.

“Banyak hal yang sudah didiskusikan bersama Bupati Sikka, salah satunya termasuk listrik, kata beberap warga Pedan Poar. (sfn02).

To Top