Ekbis

Warga Protes Tak Dapat Bantuan, Bupati Sikka Harus Awasi Ketat Seluruh Bantuan

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,-Bencana besar Corona (Covid-19) telah memporak-porandakan harapan hidup warga Indonesia, termasuk, di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT. Warga hidup dalam kecemasan, ketidaknyamanan dan penuh perasaan takut. Akibatnya, warga tidak dapat lagi secara leluasa bekerja untuk menghidupi keluarganya masing-masing. Menyikapi serangan dan ancaman wabah Corona, Presiden Ir. Joko Widodo bersama seluruh jajaran kementerian telah sigap memberikan berbagai jenis bantuan kepada seluruh warga Indonesia, baik melalui jalur pemerintah daerah, dari tingkat kabupaten/ kota, kecamatan, kelurahan dan desa-desa maupun melalui jalur tim gugus tugas yang melibatkan para relawan.

Masalah kemudian muncul di tengah masyarakat Sikka, ada warga masyarakat miskin dan sudah tua jompo tidak mendapatkan bantuan sosial dan uang, lantaran nama mereka tidak masuk dalam data penerima bantuan tersebut. Padahal, mereka adalah warga setempat yang menetap di wilayah itu. Hal ini dialami Vinsen (70) bersama istrinya. Kedua warga Desa Nita, Kecamatan Nita ini merasa sangat kecewa dan marah dan merasa aneh tetangganya dan orang-orang muda mendapat bantuan sementara keduanya yang sudah tua tidak diberikan bantuan. Kedua orang tua jompo yang tinggal di Ritapiret ini, kemudian mengadu kepada anaknya Aryanto yang ada di Kota Jakarta.

Mendengar aduan kedua orang tuanya di kampung yang sudah tua renta, Aryanto kemudian menyampaikan kepada Suaraflores.Net, Jumad (1/5/2020) malam, terkait kasus yang dialami kedua orang tuanya. Mendengar aduan kedua orang tuanya, Yanto langsung geram. Ia meminta kedua orang tuanya tidak usah perduli dengan bantuan pemerintah, dan ia siap mengirimkan uang untuk membeli berbagai kebutuhan pokok tidak perlu mengharapkan bantuan pemerintah. Namun, ayahnya menggatakan bukan soal itu, tetapi soal ketidakadilan dan pelecehan terhadap warga yang nota bene ada di desa. Hal itu yang menurutnya, sangat menyakiti perasaan hatinya.

“Saya ditelepon bapak saya bahwa di kampung mereka tidak diberi atau mendapat bantuan. Padahal, warga lainnya termasuk anak-anak muda mendapatkan bantun. Saya bilang ke bapak saya tidak usah perduli dengan bantuan. Kita hidup bukan karena bantuan pemerintah. Besok saya kirimkan uang untuk bapa dan mama. Namun bapak saya bilang, bukan soal itu, kalau kau mau beri ya itu kewajiban anak terhadap orang tuanya, tapi ini soal tanggungjawab pemerintah sebagai pelayan rakyat, ini soal ketidakadilan. Itu yang jadi soal,” ungkap Yanto mengutip pernyataan ayahnya.

Yanto kemudian, meminta kepada Bupati Sikka agar secara adil memperhatikan seluruh warganya, terutama dalam menyalurkan berbagai bantuan. Semua bantuan apapun dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, harus benar-benar disalurkan kepada seluruh masyarakat sesuai data penerima yang benar (valid), terutama kepada seluruh warga miskin yang sudah tua jompo.               

 “Kita tidak sedang meributkan satu dua kilogram beras. Yang kita persoalkan adalah pemerintah dengan seluruh aparatur dibawahnya harus bekerja lurus, jujur dan adil serta transparan dalam mendata penerima bantuan. Tidak boleh ada warga yang diabaikan hak-haknya karena dia juga adalah warga negara yang menjadi tanggungjawab pemerintah. Saya minta semua bantuan harus diawasi secara ketat. Saya minta  Kepala Desa Nita dan seluruh aparatur desa tidak boleh diskriminatif dalam memberikan bantuan. Semua warga harus diberikan.Jangan ada pilih kasih karena mereka semua juga manusia yang butuh sentuhan. Apalagi dalam situasi dan kondisi krisis besar karena serangan Corona saat ini,” tegas Yanto.

Lebih jauh, dia meminta kepada Bupati Sikka, Roberto Diogo Idong segera mengontrol mekenisme pemberian atau penyaluran bantuan bagi seluruh warga Kabupaten Sikka. “Saat ini ada begitu banyak bantuan dari pemerintah pusat melalui berbagai program. Ada begitu banyak anggaran, baik dari APBN dan APBD yang telah dialokasikan untuk membantu warga terdampak Corona. Seluruh bantuan tersebut harus diawasi ketat oleh Bupati Sikka agar tepat sasaran, adil, tidak pilih kasih (diskriminatif). Jangan sampai bantuan-bantuan tersebut diendap dan disalahgunakan untuk oknum-oknum tertentu. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya lagi. (bungkornell/sfn)

To Top