Tamu Kita

Wenseslaus Wege, Guru Bahasa Asing dan Tukang Pikul Balok Dilantik Jadi Anggota DPRD Sikka

Suara Flores
Anggota DPRD Kabupaten Sikka Periode 2019-2024 Bersama Keluarga di kANTOR DPRD Sikka usai pelantikan pada tanggal 26 Agustus 2019

SUARAFLORES.NET — Sebenarnya dia adalah seorang guru di SMK Yohanes XXIII Maumere, Kabupaten Sikka. Ia mengajar pelajaran Bahasa Inggris bagi ribuan pelajar di sekolah itu sejak tahun 2003. Sebelumnya ia mengajar beberapa bahasa asing di beberapa sekolah di Kabupaten Sikka.

Menjadi seorang guru merupakan bentuk pengabdian pada generasi penerus bangsa agar generasi penerus menjadi lebih berkualitas dan berguna bagi bangsa dan Negara. Hal itu telah dilalui sejak menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) Filsafat pada Seminari Tinggi Santu Mikael tahun 2002.

Melalui skillnya sebagai seorang pendidik bahasa asing, boleh dibilang ia telah melahirkan banyak generasi penerus yang dapat bersaing di dunia luar. Melalui kemampuan yang dimiliki, ia menunjukan perjuangannya untuk mengasah kemampuan generasi penerus di Nian Sikka Tana Alok. Di sana, ia menemukan sejumlah masalah yang dihadapi oleh murid-muridnya. Banyak murid yang masih sangat kesulitan untuk menyelesaikan tanggungjawab mereka yakni biaya pendidikan.

Para murid itu datang dari kampung dan desa-desa yang udik dan terisolir. Mereka kesulitan biaya sekolah. Orang tua mereka petani, nelayan, penjual bawang merah dan bawang putih serta sayur-sayuran dan umbi-umbian. Melihat kondisi itu, ia berpendapat bahwa masyarakat Kabupaten Sikka membutuhkan intervensi dari pemerintah dan DPRD Sikka di dunia pendidikan dan dunia usaha (ekonomi,red).

Baca juga: Calon Menteri dari NTT Mengerucut Satu Nama, Siapakah Dia?

Baca juga: Setelah Dilantik, 2 Kader PDIP Sikka Terbang ke Jakarta, Untuk Apa?

Mencermati kondisi itu, ia tidak tinggal diam. Walaupun hanya seorang guru pada sekolah swasta, ia berupaya mencari cara agar beberapa anak dapat dibantunya sesuai kemampuannya. Peluang usaha yang kemudian ia jalankan adalah jual beli balok atau kayu untuk bangunan rumah. Ia menjadi pengusaha balok atau kayu dari pohon kelapa. Ia membeli pohon kelapa, menyewa tukang sensor dan menjual kepada para pengusaha lain yang membutuhkan.

“Banyak sekali anak-anak yang orang tuanya tidak mampu. Sering mereka tidak ikut ujian. Saat disuru pulang ambil uang sekolah, mereka pun pergi. Ada yang pulang lagi atau kembali ke sekolah. Ada yang tidak pulang sampai ujian selesai. Memang mereka kesulitan untuk menyelesaikan biaya pendidikan. Bahkan ada yang pulang kampung dan tinggal terus karena orang tua mereka tidak memiliki uang saat itu,” kisah Wens Wege, Guru Bahasa Inggris pada SMK Yohanes XXIII Maumere itu mengenang saat berbagi ceritera kepada Suara Flores di Desa Pogon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 17 Agustus 2019 lalu.

Dikisahkan bahwa beberapa anak-anak sempat diajaknya untuk ikut bersama dirinya. Wens Wege sebagai figur yang memiliki kepedulian kepada sesama itu, membantu anak-anak yang orang tua tidak mampu itu dengan cara memberikan pekerjaan kecil-kecilan. Ada yang membantu pikul balok, ada juga yang membantu petik cengkeh.

“Ya ada beberapa dan sering bantu saya pikul balok maupun ada yang disuru petik cengkeh sehingga bisa bantu uang sekolanya. Bukan kasihan tapi lebih kepada kepedulian kepada sesama. Ada anak-anak yang tidak mau dikasihani. Anak-anak bangsa harus dididik untuk berjuang,” kisahnya.

Kepada Suara Flores, Wens Wege menjelaskan bahwa persoalan pokok yang dihadapi manusia pada umumnya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). SDM berhubungan langsung dengan pendidikan atau sekolah. Biacara sekolah berarti bicara masa depan generasi penerus atau masa depan Indonesia. Untuk dapat mencapai masa depan yang berkualitas maka harus didukung oleh ekonomi atau uang yang cukup.

Mencermati berbagai dinamika hidup yang dialami para murid atau masyarakat, Wens Wege yang juga disapa ‘Guru Kesik’ itu memberanikan diri untuk mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Setelah gagal menjadi Anggota DPRD Sikka melalui Partai Demokrat, pria bertubuh pendek ini kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Umum Legislatif 2019 dari pintu Partai Hanura Dapil Sikka Tiga Nomor Urut Tujuh.

Baginya, politik bukan hanya saja soal berpartai saja, bukan soal warna tapi juga soal komitmen. Komitmen untuk mendukung rakyat pada posisi yang tepat. Ekonomi, pendidikan dan kesehatan harus diperhatikan secara serius.

Rupanya tahun 2019 menjadi tahun berkat baginya. Perjuangan panjang yang diselimuti dinamika yang panas di tengah masyarakat membangkitkan semangatnya untuk turun gunung bersama rakyat. Karena komitmen pada rakyatnya, berpihak pada kebersamaan, ia kemudian unggul atas beberapa teman-teman se partai dan sedapil. Ia dipercayakan rakyat untuk membawakan aspirasi rakyat di Gedung Kula Babong DPRD Sikka. Ia terpilih menjadi Anggota DPRD Sikka melalui Partai Hati Nurani Rakyat Daerah Pemilihan Sikka Tiga dengan memperoleh 1150 suara.

Di sana, bersama seluruh Anggota DPRD Sikka bergotong royong mewakili rakyat untuk memperjuangkan dan memenuhi hak-hak warga, mewartakan kabar keluhan rakyat yang selama ini direkam dari kampung-kampung, desa ke desa di Dapil Sikka Tiga. Ia percaya bahwa atas komitmen dan kerja keras pemerintah tentang pendidikan dapat memberikan angin segar bagi rakyat agar mampu meraih masa depan melalui pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Dijelaskan bahwa dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 4, Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012, PP Nomor 48 tahun 2008, PP Nomor 4 tahun 2014 dan Permen Nomor 30 tahun 2010 telah menjelaskan tentang pendidikan yang wajib diintervensi pemerintah. Apalagi pemerintah era ini dengan penuh semangat berjuang untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pendidikan.

Karena itu, sebagai kader Hanura yang mendukung pemerintahan, siap berjuang bersama untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat.

Ia adalah guru, guru di kelas, guru di tengah masyarakat, guru dalam politik dan guru dalam keberpihakan serta guru pikul balok. Melalui semua pengalaman itu, dan atas kepercayaannya, maka pria murah senyum ini menyakinkan dirinya untuk ‘memikul beban rakyat’ dalam kaitan dengan pendidikan, kesehatan dan ekonomi selama mengabdi menjadi wakil rakyat periode 2019-2024. (yannes).

A. Profile Lengkap Wenseslaus Wege, S. Fil

  1. Nama lengkap                          :Wenseslaus Wege, S.Fil
  2. TTL//Umur              :Maumere, 01 Septemb 1974/41 tahun
  3. Jenis Kelamin                            :Laki-laki
  4. Agama                                         :Katolik
  5. Status Perkawinan                    :Kawin
    1. Nama Istri         :  Dominika Dong, Amd
    2. Jumlah anak      : 2 (Mario Frderic Ekaristo Wege dan Veronika Maria Yumiarti Wege).

B. Alamat Tempat Tinggal : Jl. Beringin Centrum Bukit, RT/023, RW/002, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok  Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur

C. Riwayat pendidikan                         :

-SDK Kloangrotat tahun 1989, tamat berijasah

-SMPK Salib Suci Kloangrotat tahun 1992,tamat berijasah

-SMAK Bhaktyarsa Maumere tahun 1994,tamat berijasah

-Biara Carmel OCD Bajawa tahun 1994-1998

-Biara Carmel OCD Penfui Kupang 1998 – 2002

-Studi Filsafat Seminari Tinggi Santu Mikael 2002, Tamat Berijasah Sarjana Filsafat

D. Kursus/Diklat yang pernah diikuti

-Pendidikan Pelatihan Guru Bahasa Ingris Tingkat Nasional, Tahun 2006

-Workshop Guru Bahasa Inggris Tingkat Nasional Universitas Gunadarma Jakarta, Tahun 2007

-Latihan Kepemimpinan Partai Demokrat Cianjur, Tahun 2008

-Diklat Guru Bahasa Inggris Tingkat Propinsi NTT, Tahun 2007

-Mubes Guru Tingkat Propinsi NTT,Tahun 2009

-Manager Tim Pencaksilat Perisai Diri Cabang Sikka Pertandingan Pencaksilat antar mahasiswa se- Indonesia di Universitas Pajaran Tahun 2008.

-Pengantar Atlet Perisai Diri Pengcab Sikka dalam Kejuaran Dunia di Bandung Tahun 2008.

E. Riwayat Organisasi

-Pengurus Partai Amanat Nasional tahun 2003

-Ketua Bapilu Partai Demokrat Sikka tahun 2008 -2012

-Sekretaris 1 Paratai NasDem Sikka tahun 2014 -2018

-Pelatih Pencak Silat Perisai Diri Cabang Sikka Unit SMK St Yohanes XXIII

-Ketua Forum Peduli Masyarakat Terpinggirkan,tahun 2015-2016

-Menjadi Calon Anggota DPRD Sikka Periode 2019/2024 dari Partai Hati Nurani Rakyat

-Di Tetapkan menjadi Anggota DPRD Sikka Oleh KPUD Sikka pada tanggal

F. Riwayat Pekerjaan

-Guru Bahasa Inggris di SMK Tawa Tanah tahun 2002-2003

-Guru Bahasa Jerman dan Bahasa Inggris Di SMAK Santa Maria Rubit tahun 2003

-Guru Bahasa Inggris dan Agama Katolik di SMP Muhammadyah Waipare tahun 2004-2006

-Guru Bahasa Inggris di SMK Santa Mathilda Maumere tahun 2007-2010

-Guru Bahasa Inggris di SMK Santo Yohanes XXIII tahun 2003- sekarang

-Menjalankan Bisnis sebagai penjual Balok/usuk kelapa dan kayu kelas 2 dari semua jenis ukuran.

G. Penghargaan Yang Pernah Diterima

-Sertifikat Workshop Guru Bahasa Inggris di Universitas Gunadharma Jakarta

-Sertifikat Pelatihan Guru Bahasa Inggris di Cisaruah Bogor Jawa Barat

-Sertifikat Pelatih Pencak Silat

-Sertifikat Pelatihan Kepemimpinan Kader partai Demokrat tahun 2008 di Cianjur Jawa Barat

-Sertifikat Manager pertandingan Pencak Silat Perisai Diri Dalam Kejuaraan Dunia perisai Diri di Bandung

-Sertifikat Penghargaan Utusan Paratai Demokrat Sebagai Ketua Bapilu untuk bertatap muka dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono karena sukses memenangkan Paket SODA: Sosi-Dami tahun 2010 di Cikeas

        FIAT LUX ET SAL ESSE

MENJADI GARAM DAN TERANG

To Top